Dalam mengelola sebuah jaringan haruslah terdapat aturan atau semacam standarisasi yang mesti ditetapkan dan  diketahui oleh setiap tim support jaringan, baik itu yang ada di kantor pusat maupun yang ada di seluruh cabang.

Aturan tersebut berisikan  hal-hal yang terkait berbagai macam hal teknis, mulai dari berapa range IP address untuk server dan klien, port-port mana saja yang boleh diakses sampai antivirus mana saja yang boleh dipakai mana yang tidak.

Membuat dan memberitahukan aturan terkait jaringan merupakan hal yang penting untuk mengontrol dan mengatur user agar tertib dan juga mudah dalam melakukan perbaikan atau mencari akar persolan jika terjadi masalah.

Latar belakang saya mengangkat persoalan ini dikarenakan beberapa hari yang lalu saya sempat berdebat dengan seorang staff IT support di kantor cabang yang masih baru namun sok tahu dan tidak berusaha untuk mengetahui standar operasional yang berlaku bagian IT support.

Waktu itu ada telpon dari cabang yang mengatakan bahwa salah satu komputer tidak bisa join domain, kronologi langkah-langkah yang dilakukan untuk mengecek masalah tersebut adalah sebagai berikut;

1.    Memastikan bahwa komputer tersebut terhubung ke network dengan memastikan bahwa kabel network tercolok dengan sempurna dan lampu indikator LED menyala  normal.

2.    Mengecek apakah komputer tersebut terkonfigurasi  dengan alamat IP yang sesuai, gunakan command prompt, ketik ipconfig /all.

3.    Ternyata bahwa IP address komputer tersebut adalah xxx.xxx.xxx.10. Setelah berpikir sesaat saya lalu bertanya apakah komputer ini jenis server atau klien, jawaban dari pihak cabang bahwa komputer itu adalah PC klien.

4.    Dalam standarisasi network pada jaringan yang saya tangani, IP address untuk klien adalah selalu di atas IP address xxx.xxx.xxx.50, IP server berkisar antara IP xxx.xxx.xxx.8 sampai xxx.xxx.xxx.30.

5.    Saya lalu melanjutkan investigasi dengan bertanya apakah IP address diatur dengan metode static atau dynamic, dari cabang saya mendapat kabar bahwa IP tersebut diisi secara dynamic.

6.    Saya lalu mengulang pertayaan saya karena tidak yakin dengan jawaban si cabang, sang IT support cabang sepertinya tidak begitu suka dengan hal tersebut, ia merasa yakin tidak ada masalah dengan hal tersebut dan sempat ngotot.

7.    Untuk menyadarkan si orang cabang itu, saya katakan bahwa standar di perusahaan ini adalah:

a.    IP address xxx.xxx.xxx.1 adalah untuk default gateway

b.    IP address xxx.xxx.xxx.2 s/d xxx.xxx.xxx.7 itu dijadikan cadangan dan dikonfigur secara static

c.    IP address xxx.xxx.xxx.8 s/d xxx.xxx.xxx.50 itu dijadikan sebagai IP server dan juga IP cadangan, metode konfigurasi yang dipakai adalah secara static.

d.    IP address xxx.xxx.xxx.51 s/d xxx.xxx.xxx.254  itu dijadikan sebagai IP address host atau komputer klien dan dikonfigur secara dynamic.

8.    Setelah mendengarkan penjelasan saya, si cabang baru tersadar akan kesalahannya, saya lalu menyuruhnya untuk kembali memastikan IP tersebut sudah terkonfigurasi secara dynamic atau static.

Saya tanyakan berapa IP server yang dipakai, ia menjawab IP 11 untuk server….. Kalau IP address  11 untuk server kenapa IP 10 dipakai untuk klien dengan cara dynamic atau DHCP, kacau sekali – mengacu kemana si admin ini mengatur jaringannya..  sangat jauh dari standar operasional.

9.    Saya lalu menyuruhnya untuk membaca kembali standar operasional jaringan dan memastikan semuanya sudah sesuai dengan ketentuan atau belum.

10.    Apa urusannya dengan join domain; Untuk join domain tidak semua IP dibukakan port 53 pada router atau access control list. IP address klien biasanya sudah dibukakan sedangkan untuk IP address server proses open port dilakukan berdasarkan kebutuhan atas atas permintaan , jadi lebih ketat dibanding perlakuannya terhadap PC klien.

Demikian sedikit cerita dari saya, sekiranya  bisa menjadi pelajaran bagi siapa pun mulai dari Senior IT support sampai Junior IT support yang baru masuk satu dua hari, bahwa sebuah aturan baku atau semacam prosedur operasional merupakan panduan sakti dan senjata ampuh untuk mengatasi persoalan serta mencegah persoalan agar tidak kembali terjadi.

Salam
Sumber gambar: https://www.flickr.com/photos/daniel-rehn/8466089905/in/photostream/