Pengalaman Menentukan dan Memasang Font Di WebsiteSetelah memutuskan tidak lagi berhosting di blogspot.com dan beralih menggunakan hosting sendiri, waktu saya banyak tersita untuk memaksimalkan tampilan desain website. Sangat melelahkan dan menyita waktu.

Ketika masih hosting di blogspot.com, saya tidak perlu direpotkan dengan urusan tampilan design web karena untuk urusan itu, saya percayakan kepada orang lain yang lebih bagus dan sudah professional. Saya tinggal bayar, download template, pasang, cek hasil tampilan, edit tata letak widget-widget, selesai.

Sebenarnya setelah pindah hosting ke selfhosted saya bisa saja melakukan hal yang sama seperti kondisi sebelumnya namun ada beberapa pertimbangan.

Pertimbangan utama saya tidak membeli template wordpress professional adalah karena harganya sangat mahal dan harus membelinya dari produsen template luar negeri. Harganya cukup mahal 50 dolar sampai ratusan dollar, belinya pun secara online dengan sistem pembayaran menggunakan kartu kredit atau paypall, saya cukup alergi dengan transaksi pakai CC.

Kalau ada teman yang bisa dititip untuk transaksi via Credit Card, lebih baik titip teman tapi untuk saat ini saya belum mau keluar duit satu juta rupiah atau lebih untuk beli template, mungkin nanti kalau website ini sudah panen ribuan dolar, hahahaha. Dulu sewaktu masih hosting di blogspot, harga template blogspot yang cukup bagus hanya 80 ribu, itu sudah termasuk optimasi SEO. Bandingkan dengan template wordpress seharga 65 dolar tanpa ada optimasi SEO.

Menyesalkah saya dengan berpindah ke self hosted? Tidak juga, saya bisa jadi lebih mandiri mengelola blog atau website, tidak khawatir kalau sewaktu-waktu blog dihapus oleh host-nya tanpa alasan yang tidak jelas, banyak hal baru tentang hosting yang saya pelajari dan praktekan sehingga menjadi tambahan pengalaman yang sangat berguna.

Kembali ke urusan desain website, salah satu komponen yang paling penting adalah soal font.

Font atau huruf tulisan adalah nyawa sebuah website, font yang bagus membuat pengunjung betah berlama-lama membaca artikel, pilihan font yang pas membuat tampilan website menjadi selaras dengan komponen lainnya, ukuran dan pengaturan font memberi panduan untuk membantu pembaca melakukan navigasi terhadap isi sebuah website, kombinasi font yang pas dan tepat akan memberikan kesan elegan terhadap sebuah website.

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah font jenis apa yang paling tepat, paling pas, paling membawa hoki untuk dipasang di website.

Terus terang, saya cukup lama merasa penuh perjuangan, merasakan susahnya menentukan font mana yang pas untuk dipakai website kita, merasa frustrasi putus asa kenapa tampilan tulisan tidak sebagus website lain yang menggunakan font yang sama jenisnya dengan yang saya gunakan, merasa frustrasi karena tidak ada satu website pun yang menyatakan jenis font apa yang mereka gunakan pada website mereka secara terbuka.

Banyak website yang hanya menulis tentang font apa yang bagus untuk website “10 font terbaik untuk website” tapi mana pernah menulis tentang apa kombinasi font yang cocok, tidak pernah menulis berapa ukuran ideal font untuk judul atau header, berapa ukuran ideal font pada artikel, warna atau color font yang tepat pada sebuah website dan masih banyak lagi pernak-pernik font yang mesti diatur agar tampilan sebuah situs menjadi menarik dan membuat betah pengunjung.

Dalam artikel ini saya coba berbagi pengalaman, bagaimana menentukan dan mengkombinasikan berbagai jenis font dalam sebuah situs. Bagi saya apa yang sudah saya tampilkan dalam norisanto.com ini sudah cukup bagus, setelah berkali-kali bongkar pasang akhirnya kombinasi ini sudah cukup bagus, terutama karena dilakukan oleh saya yang notabene adalah seorang amatiran dalam urusan desain web.

Untuk mempersingkat waktu anda dalam menentukan font jenis apa yang mesti dipakai maka berikut ulasannya :

Apakah jenis font yang anda mau gunakan adalah font gratisan atau font berbayar?

Bagi anda yang baru mulai mengembangkan sebuah situs sebaiknya gunakan font gratisan. Urusan font itu urusan selera, tidak ada aturan baku yang mewajibkan anda mesti pakai font apa, selama mata anda nyaman dengan sebuah font maka pakailah font tersebut. Urusan selera itu bisa berubah-ubah jika anda sudah bosan atau pengunjung meminta untuk mengganti maka tinggal ganti saja.

Kalau menggunakan font yang berbayar maka anda tidak bisa begitu saja mengganti font karena mubazir font yang sudah anda beli lisence tidak terpakai.

Apa kelebihan font berbayar dan font gratisan? Font berbayar tentunya desainnya lebih bagus, namun ada juga font gratisan yang tidak kalah bagus dengan font berbayar.

Contoh font berbayar yang sangat populer adalah Segoe UI milik Microsoft, website-website besar seperti kompas.com dan juga termasuk Microsoft.com menggunakan font ini. Bagi saya font ini adalah impian tertinggi untuk dipakai di website saya. Font Segoe UI sangat sempurna bisa dipakai sebagai header bisa juga sebagai paragraf.

Font gratisan yang tidak kalah populer adalah Open sans, statistik dari font ini tercatat oleh google bahwa sudah sekitar 19 miliar font view. Menjadikan Open sans sebagai font terbanyak yang dilihat di internet.

Saya sempat menggunakan Open sans pada bagian artikel atau paragraph namun rasanya kurang cocok akhirnya setelah berkelana di berbagai website akhirnya ketemu juga font yang membuat saya jatuh hati dan bisa mengobati kekecewaan saya atas tidak kesampaian menggunakan Segoe UI, font tersebut adalah PT Serif.

PT Serif adalah font gratisan dari Google Font dan menurut saya font ini sangat bagus terlihat di layar monitor PC maupun di Smartphone atau mobile mobile gadget lain seperti tablet.

Untuk judul artikel, font Oswald adalah pilihan yang paling tepat dan sangat cocok berpadu dengan PT Serif.

Cepat lambat font loading.

Selama masa perjuangan mencari font yang pas, saya menemukan fakta bahwa font lokal ( saya menyebutnya sebagai font lokal karena tidak perlu di impor dari website lain, beda dengan google font ) seperti arial dan san serif adalah font yang paling cepat ditampilkan oleh sebuah website, bahkan dalam kondisi sambungan intenet yang paling lambat sekalipun. Font dari google font kecepatan tampilnya masih harus tergantung pada cepat lambatnya koneksi internet yang dipakai.

Dengan semakin cepatnya koneksi internet yang ditawarkan para provider internet maka saya lebih memilih menggunakan font dari google font karena tampilannya menarik dan proses loading pun cepat. Meski masih lebih cepat loading jika menggunakan font lokal tapi tetap saja saya putuskan lebih baik pengunjung betah dengan font yang bagus dari pada tidakbetah karena font yang dipakai terlalu standar.

Font local tetap saja saya gunakan sebagai cadangan jika font utama, font google, tidak bisa ditampilkan saat loading. Menjadikan font local sebagai backup cukup bagus terutama saat koneksi internet sedang lambat-lambatnya.

Font apa yang dipakai di norisanto.com

Di situs ini, font yang saya gunakan semuanya dari google font dan font local sebagai cadangan, jika sewaktu-waktu google font tidak berhasil ditampilkan.

Judul artikel, menu navigasi dan judul widget pada sidebar saya gunakan Oswald. Pemilihan font jenis Oswald menurut saya sangat cocok untuk dipakai sebagai judul, Oswald kurang begitu bagus jika dipakai sebagai font paragrag pada sebuah artikel yang panjang, mata terasa pegal membaca artikel panjang yang ditulis dengan Oswald.

Pada bagian bawah judul posting saya gunakan google font jenis Lato, dengan mengatur jarak spasi yang cukup jauh agar terlihat beda dengan isi artikelnya. Font Lato juga cukup bagus jika dipakai sebagai font untuk artikel yang panjang.

Selanjutnya adalah font PT Serif, font dari google ini saya gunakan tidak saja untuk font pada artikel dan link pada sisi kanan sidebar tapi juga untuk semua bagian yang dari website dengan menambahkan atau mendaftarkan font ini pada bagian body di CSS.

Warna dan ukuran font .

Bagi saya warna ideal dari font untuk tulisan yang panjang adalah #333333 dengan latar belakang putih( #FFFFFF) dan untuk judulnya bisa dipilih warna yang lebih gelap. Untuk warna link saya lebih senang menggunakan warna biru.

Ukuran font untuk judul menggunakan ukuran 22px atau untuk artikel saya gunakan ukuran 1rem. Pada halaman home artikel tetap menggunakan font PT serif namun dengan ukuran yang lebih kecil, .906rem.

Total hanya ada tiga jenis font yang saya pakai di website ini, Lato, Oswald dan PT Serif. Sebagai backup adalah font local, sans serif. Alasannya adalah semakin sedikit font import seperti google font yang digunakan maka semakin ringan halaman saat dibuka atau ditampilkan.

Kesimpulannya adalah untuk membuat tampilan website anda semakin bagus maka pertimbangkan pemakaian font. Kombinasi Font yang pas menurut saya adalah antara Oswald, Lato dan PT serif. Gunakan atau pilih web font provider seperti google font yang sudah terpercaya, jangan memilih font provider yang belum teruji atau menyediakan sendiri font untuk website anda dengan menggunakan Fontface setting. Saya pernah menggunakan setting-an font face namun hasilnya berantakan karena saya hanyalah seorang amatiran yang tidak punya pengalaman. Pilih warna untuk font yang tidak terlalu mencolok dan enak dilihat.

Semoga berguna.