Sudah banyak yang tulis tentang bagaimana klem kacamata lewat BPJS, kali ini benar-benar saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Alasan klem kacamata

Sebelumnya saya sudah punya kacamata progresif ( silinder dan plus), tapi entah bagaimana kaca mata itu terjatuh dan hilang saat di jalan.

Terpaksa saya harus beli kaca mata baru.

Karena saya sudah pernah klem kacamata ke kantor, maka saya tidak bisa lagi klem sebelum melebihi batas waktu 2 tahun.

Jadi terpaksa saya cari gratisan lewat BPJS, BTW tidak gratis juga ya… Kan tiap bulan kita bayar iuran BPJS.

Cara klem kaca mata via BPJS

Pergilah ke klinik atau puskesmas yang jadi Fasilitas Kesehatan Tingkat I

Setiba di klinik Faskes Tingkat I, kebetulan Faskes I saya adalah klinik, kita mesti mengantri dulu untuk diperiksa oleh dokter umum. Meskipun kita tidak sakit, tetap kita mesti masuk ruang pemeriksaan dan ditanyakan oleh dokter umum diklinik tersebut keluhan kita apa saja.

Setelah itu, kita akan dibuatkan surat rujukan berdasarkan hasil pemeriksaan dari dokter umum tersebut.

Dalam surat rujukan tersebut kita bebas menentukan kemana rumah sakit yang mau kita pilih untuk pemeriksaan mata, yang penting rumah sakit tersebut bekerja sama dengan BPJS.

Kejadian di luar perkiraan

Setelah menerima surat rujukan, petugas di klinik tersebut mengatakan bahwa mulai bulan Agustus 2019 BPJS tidak lagi meng-kover biaya klem kaca mata….??? Apaaaa, jadi kita tidak bisa klem kaca mata lewat BPJS? Saya kaget juga sih dengarnya….

Saya dan istri jadi bingung…. Wah percuma dong selama ini kalau kita bayar BPJS tapi urusan seperti ini tidak terkover.

Pingin langsung ke Optik mata saja…

Ya… untuk apa ke dokter mata.. toh di optic mata juga terdapat alat canggih untuk periksa mata dan lagian biaya kaca mata tidak lagi dikover BPJS.

Sempat galau beberapa saat akhirnya saya coba browsing terkait kebenaran informasi tersebut… Hampir semua referensi terkait dengan Klem kacamata pake BPJS yang ada di internet tidak ada satupun yang menyatakan demikian, seperti kata petugas klinik Faskes I saya itu, bahkan website resmi BPJS pun tidak ada penyataan itu.

Saya bahkan mengecek ke peraturan perundangan kesehatan yang berlaku yang menyatakan bahwa BPJS wajib menanggung alat penunjang kesehatan berupa alat bantu dengar dan alat bantu melihat. Berarti kaca mata  ditanggung oleh BPJS.

Putuskan untuk tetap ke dokter mata pakai BPJS

Keputusan kami akhirnya adalah tetap ke dokter mata… Saya dan istri memilih ke rumah sakit dekat rumah di daerah Bekasi, Rumah Sakit Bela… orang Bekasi tau kan RS Bela. 

Di sana dokter matanya praktek dari senin sampai sabtu, pagi sampai sore.

Kami memilih hari Sabtu dan informasi dari petugas bahwa loket antrian BPJS sudah dibuka dari jam 5 pagi. Sedangkan praktek dokternya mulai jam 8.30 pagi.

Pengalaman pertama berobat dengan BPJS

Pada hari sabtu, kami tiba di rumah sakit jam 6.35 pagi, setelah mengambil nomor antrian ternyata giliran kami masih 15 panggilan lagi.

Oh iya, syaratnya adalah foto copy 2X surat rujukan dan juga membawa KTP asli.

Setelah tiba giliran kami, karena baru pertama kali berobat data kami diambil untuk kebutuhan arsip, berupa sidik jari dan lainnya.

Setelah semuanya beres kami pun menunggu di depan ruangan praktek dokter mata, saya sempat bertanya ke petugas berapa banyak pasien mata hari itu, beliau mengatakan bahwa untuk sesi dokter ini ada 15 pasien. Info dari petugas lain bahwa memang tiap satu dokter mata dibatasi 15 pasien saja.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya tepat jam 10.05 pagi, tibalah giliran kami berdua. 

Setelah selesai diperiksa dan diberikan berkas resep dan lainnya, kami pun membawa berkas-berkas itu ke bagian pendaftaran, setelah itu, oleh pihak pendaftaran – kami disuruh ke loket khusus untuk pengesahan BPJS-nya. Jadi tidak perlu ke kantor BPJS lagi.

Setelah itu kami diberitahukan Optik Mata di mana saja yang bisa kami datangi untuk membuat dan mendapatkan kaca mata.

Pengalaman kami, Optik mata yang terdekat adalah Optik Perkasa di Proyek Bekasi dekat Rel kereta, Jalan KH Agus Salim, depan bakso Yatmin.

Sorenya kami pun datang ke Optik Perkasa, menyerahkan surat dari rumah sakit, lalu kami disuruh untuk memilih kaca mata.

Karena BPJS kami adalah Kelas 1 maka harga kaca mata maksimum yang bisa diklem adalah sebesar 300 ribu.

Setelah memilih kaca mata yang cocok, kami dikasih tahu bahwa harganya sesuai dengan nilai maksimum klem kaca mata BPJS kami yang sebesar 300 ribu itu. Lumayan Gratis.

Sayangnya kaca mata tidak bisa langsung jadi hari itu juga, kami harus mengambilnya di hari senin.

Pengambilan kaca mata

Hari senin, setelah pulang kantor saya pun mampir ke Optik Perkasa dan mengambil kaca mata kami tanpa membayar sepeser pun.

Kesimpulannya adalah

Hanya butuh waktu 3 hari saja mulai dari periksa ke dokter mata sampai dapat kacamata.

Jangan cepat percaya dengan segala info-info yang belum jelas kebenarannya.

Jika anda ingin mengklem kaca mata via BPJS segera lakukan dengan mengikuti proses dan aturan yang berlaku, tanyakan segala sesuatunya kepada petugas yang berwenang, jangan dengarkan pihak-pihak yang tidak berkepentingan.