Tulisan berikut ini akan menjelaskan tentang segala hal yang terkait dengan sifat dengki antara lain:

1. Apa itu sifat dengki
2. Apa saja ciri-ciri orang dengki
3. Bagaimana seseorang bisa terkena sifat dengki
4. Bagaimana dan apa pengaruh sifat dengki terhadap kesehatan
5. Bagaimana berhadapan dengan orang yang memiliki sifat dengki

Arti dengki

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi keempat (2014) menjelaskan arti kata dengki, yaitu menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain.

Padanan kata dengki adalah iri. Iri artinya kurang senang melihat kelebihan orang lain (beruntung dan sebagainya); cemburu; sirik; dengki.

Cemburu artinya kurang percaya, curiga (karena iri hati). Atau merasa kurang senang melihat orang lain beruntung . Cemburu berpadannan dengan sirik, iri.

Menurut kamus Tesaurus Bahasa Indonesia karya Eko Endarmoko (2006) persamaan arti dengki adalah bingit, cemburu, hasad, iri hati, keki, khisit, resan, sirik, timburu, benci.

Jadi, makna “dengki” di dalamnya bercampur dengan iri hati, benci, tidak suka, cemburu, sirik. Persamaan dengki atau kedengkian yaitu hasad. Sifat ini jelas-jelas merupakan kondisi psikologis negatif yang dimiliki seseorang yang bisa merusak relasi sosial.

Ciri-ciri orang dengki

Secara umum, orang dengki memiliki perilaku seperti ini: tidak senang melihat orang senang, sebaliknya senang melihat orang itu lebih susah dari dirinya. Selain itu, orang dengki sering menganggap seseorang sebagai kompetitor, pesaing.

Padahal tidak ada ancaman apa-apa untuk dirinya.

Orang dengki selalu mencari-cari kelemahan dan kekurangan orang lain. Orang dengki tidak mau kalah dalam segala hal. Padahal dirinya tidak lebih rendah dari orang yang didengkinya.

Akhirnya, orang dengki pada dasarnya memiliki sifat jahat, setidaknya dengan sikap atau perbuatannya bisa membahayakan atau merugikan orang lain.

Orang dengki biasanya tidak jernih lagi pemikirannya. Sikapnya tidak obyektif lagi, selalu menyudutkan. Komentarnya selalu miring. Kalau menulis di media sosial, nadanya tidak mengenakkan, tetapi buat dia sudah puas melampiaskannya.

Orang dengki biasanya adalah orang yang sudah dikenal. Orang dekat, misalnya teman sekantor, teman seorganisasi, teman sepermainan, tetangga rumah, mungkin juga saudara sendiri. Jadi, orang dengki bisa ada di mana-mana.

Dari mana datangnya sifat dengki pada seseorang

Sifat dengki merupakan sifat tercela karena gemar mencela, hanya mengumbar kejelekan orang. Pada dasarnya sifat dengki tanpa disadari merupakan perilaku manusia yang jahat karena dengki merupakan penyakit hati.

Bicara soal jahat, konon ada penelitian yang dilakukan oleh Prof Michael Poulin dari Universitas Buffalo, New York, tahun 2012. Penelitian air liur dilakukan pada 700 responden.

Hasilnya, melalui DNA para responden, menyatakan adanya kode-kode gen jahat pada manusia. Artinya, sejak bayi dilahirkan ada gen jahat dan gen baik pada manusia.

Bagaimana dan apa pengaruh sifat dengki terhadap kesehatan

Penelitian Dr Shigeo Haruyama, pakar kesehatan holistik, dalam buku The Miracle of Endorphin (2014) menceritakan bahwa orang yang memiliki sifat iri dan dengki maka otaknya akan mengeluarkan hormon racun nor-adrenalin. Hormon ini ketika keluar berpotensi merusak jaringan tubuh.

Hormon ini akan tumbuh subur dengan cepat ketika sifat iri dan dengki merasuki seseorang. Oleh karena itu, sifat iri dan dengki berpotensi merusak sel-sel tubuh seseorang.

Seperti apa karakter orang Indonesia dan hubungannya dengan sifat dengki

Dalam buku Manusia Indonesia karya Mochtar Lubis (2001), disebutkan ada 12 karakter manusia Indonesia. Sifat itu meliputi hipokrit (manusia), enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, berjiwa feodal, percaya takhayul, berjiwa artistik, lemah/kurang kuat, dan tidak hemat.

Ada pula tidak suka bekerja keras, kurang sabar/senang menggerutu, mudah cemburu/dengki terhadap orang lain, sombong, tukang tiru, malas, kurang menggunakan logika, tak perduli pada nasib orang lain.

Pada halaman 37 dalam buku tersebut, Mochtar Lubis mengatakan:

“Manusia Indonesia juga cepat cemburu dan dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih dari dia. Orang kurang senang melihat orang lebih maju, lebih kaya, lebih berpangkat, lebih berkuasa, lebih pintar, lebih terkenal dari dirinya.”
Apakah orang dengki bisa dikategorikan mengalami gangguan kepribadian paranoid (paranoid personality disorder)?

Bisa jadi, walaupun tak sepenuhnya benar. Karena, orang paranoid sifatnya selalu curiga atau timbul ketidakpercayaan pada orang lain dengan perasaan dengki. Dengan perasaan dengki inilah yang menjadi ciri tambahan orang paranoid.

Hindari saja

Apakah kita bisa menyadarkan orang dengki? Jawabannya, sulit! Bukan hal mudah menyadarkan atau memberi nasihat kepada orang dengki sebab sifat ini seolah melekat pada jiwa dan raganya.
Lalu bagaimana cara menghadapi orang dengki? Tidak ada kata lain, jaga jarak atau hindari orang seperti itu!

Sumber kompas.com