Hubungan erat antara DNS dan Internet tidak terbantahkan. Tanpa DNS, twitter.com atau kompas.com pastilah hanya berupa IP address, 199.59.148.10 atau 202.146.4.100. Pasti, tanpa DNS internet tidaklah semudah dan user friendly seperti saat ini. Bagaimana Domain Name System yang disingkat DNS bisa membuat hidup terasa begitu mudah dan penuh syukur ( lebay dikitlah )? Pertanyaan tersebut pasti akan terjawab oleh penjelasan tentang fakta dan proses apa saja yang dilakukan oleh DNS untuk membuat  sebuah kata, berfungsi layaknya sebuah  IP Address.

1.    Domain Name System (DNS) merupakan sebuah sistem yang sifatnya hirarki, sistem database-nya terdistribusi atau tidak terpusat, database dari DNS berisikan data pemetaan  nama host menjadi  IP address.

2.    Struktur hirarki dalam DNS terdiri atas:
a.    . (dot) domain ( disebut juga domain root )
b.    Top Level Domains (TLD) seperti .com, . edu, .Gov
c.    Additional domain atau domain tambahan seperti yahoo.com, microsoft.com, dll
d.    Host

3.    Karena sifat database-nya yang terdistribusi maka database dari DNS tidak disimpan oleh satu server tunggal melainkan oleh beberapa server. Data yang disimpan oleh server-server DNS adalah:
a.    Setiap divisi dari database menyimpan  masing zone database file.
b.    Zone database file tersebut biasanya berisi satu atau lebih domain, meskipun server tambahan mungkin menyimpan informasi untuk domain di bawahnya.
c.    Server DNS menyimpan file zone dan memproses permintaan resolusi nama ke IP address dari semua klien-klien.

4.    Forward Lookup merupakan proses pencarian IP addres berdasarkan nama host yang diketahui. Reverse Lookup adalah proses pencarian nama host berdasarkan IP address yang diketahui. 

5.    Sebuah server dianggap sebagai server otoritatif apabila server DNS tersebut memiliki salinan atau copy-an yang lengkap dari suatu domain. 

6.    Zone Files menyimpan catatan tentang identitas dari host klien.

7.    Suatu records atau catatan pada DNS berisikan pemetaan dari nama host ke IP address.

8.    PTR (pointer) records pada DNS berisikan pemetaan dari IP address ke nama host.

9.    Recursion atau pengulangan permintaan adalah proses di mana server DNS atau host menggunakan Name Server Root dan server berikutnya untuk melakukan resolusi atau pencarian IP address berdasarkan nama. Komputer klien  pada umumnya tidak pernah melakukan Recursion atau pengulangan, host klien hanya mengajukan permintaan proses DNS ke server DNS dan menunggu respon DNS server. Recursion atau pengulangan lebih sering dilakukan oleh DNS server.

10.    Beberapa DNS servers lebih sering meneruskan permintaan name resolution kepada DNS server lain dan menunggu jawaban final daripada melakukan Recursion atau pengulangan permintaan.

11.    Server Root DNS menyimpan informasi untuk root zone ( . ). Server Root menjawab permintaan  name resolution berdasarkan ketersediian alamat yang didapat dari Top-Level DNS server  (server otoritatif untuk .com, .edu dan domain lainnya).

12.    Pada network atau jaringan kecil kita dapat meng-konfigur file HOST sesuai dengan kebutuhan  namun sebaiknya digunakan untuk pengetesan saja karena konfigurasi ini sifatnya statik dan berlaku permanen selama tidak ada perubahan. Jika ada perubahan pada DNS maka kita harus mengubahnya secara manual namun yang sering terjadi adalah orang lupa bahwa file HOST sudah di-edit dan lupa untuk mengeceknya. 

Ada baiknya untuk mengetahui cara kerja DNS