Layer 4 dalam OSI layer memang jarang terdengar alias tidak sepopular layer 2 dan 3, namun hak tersebut tidak menjadi alasan untuk mengatakan bahwa layer 4 atau Transport layer tidak penting perannya.
Pernah dengar istilah open port, TCP dan UDP? ya ketiga istilah itu merupakan bagian dari layer 4.

Untuk memahami peran dan fungsi layer 4 maka ada baiknya kita menyimak perbedaan antara layer 4 dan Layer 3 pada OSI model.

1.    Bentuk Data
Tugas yang pertama dari layer 4 adalah menggubah data yang diterima dari layer di atasnya menjadi segment dan menggubah packet yang diterima dari layer 3 menjadi segment.
Pada layer 3, data yang berupa segment yang diterima dari layer 4 diubah dengan menambahkan alamat logika dari pengirim dan penerima serta  komponen lainnya menjadi yang dikenal sebagai Packet.
Sedangkan pada layer 4, data yang diterima dari layer di atasnya dipecah-pecah menjadi segment.

2.    Protocol
Protocol adalah aturan-aturan yang dibuat untuk mengatur proses pada sistem komunikasi data. Pada layer 3 terdapat protocol antara lain Internet Protocol Internet Control Message Protocol atau ICMP, Address Resolution Protocol atau ARP, Reverse Address Resolution Protocol atau RARP dan berbagai jenis routing protocol.
Pada layer 4 terdapat beberapa jenis protocol yang biasa digunakan antara lain Transmission Control Protocol atau TCP, User Datagram Protocol atau UDP. TCP dan UDP bertugas untuk mengatur bagaimana data tersebut diproses berdasarkan urutan segment yang diterima.

3.    Port Number dan IP address
Pada layer 4, protocol TCP dan UDP menggunakan Port number untuk membedakan pada saat berkomunikasi atau saat proses pengiriman data berlangsung.
Pada layer 3, Iinternet protocol address dipakai sebagai sistem pengalamatan untuk mengirimkan packet ke tujuan.

4.    Membangun Koneksi
Layer 4 mambuat dan menggunakan virtual koneksi saat membangun sedangkan layer 3 tidak menggunakan virtual koneksi.

Layer 4 atau transport layer memiliki ciri khas yang sangat membedakannya dengan layer-layer lainnya terutama layer 3, ciri tersebut adalah:
a.    Membuat dan menggunakan virtual koneksi, setelah komunikasi selesai virtual koneksi tersebut diputuskan

b.    Memiliki protocol utama yang mengatur seperti apa bentuk komunikasi terjadi, TCP dan UDP


c.    TCP dan UDP menggunakan nomor port atau port number untuk menandai dan membedakan koneksi satu dengan yang lain.

d.    Protocol TCP memiliki  kelebihan antara lain:
–    Connection-Oriented Communication
Yang dimaksud dengan connection-oriented adalah Protocol TCP melakukan kontak dengan tujuannya dan membuat semacam virtual koneksi.
Setelah itu kedua menyepakati berapa jumlah informasi yang harus dikirim oleh sumber informasi, setelah jumlah yang disepakati terkirim maka si penerima akan memberikan informasi balasan yang dikenal sebagai acknowledgment.
–    Acknowledgments
Ketika si penerima telah menerima informasi yang terkirim dalam jumlah tertentu dan yakin tidak ada data yang hilang maka ia kemudian memberitahukan kepada si pengirim bahwa informasi selanjutnya boleh dikirim lagi.
–    Windowing
Windowing adalah jumlah dari segment atau informasi data yang boleh sebelum proses Acknowledgments, atau dengan kata lain adalah windowing merupakan jumlah informasi yang dikirim tanpa harus dilakukan proses Acknowledgments.
–    Flow Control
Flow Control adalah kondisi di mana si penerima memerintahkan kepada si pengirim berapa banyak jumlah data yang boleh dikirim oleh si pengirim   

Karakteristik dari TCP adalah :
1)    Menggunakan Virtual Circuit
2)    Menggunakan sequencing.
3)    Melakukan acknowledgments.
4)    Memiliki kemampuan flow control

  Semoga berguna