Misalnya jaringan kita memiliki IP segment 192.168.1.xxx 255.255.255.0 di mana komputer pada jaringan kita terdapat 200 komputer , dengan jumlah ini tentunya jaringan kita sangat padat. Agar supaya trafic di jaringan menjadi lancar atau lega maka satu segment network yang besar ini harus dipecah menjadi beberapa subnetwork.

Untuk itu kita harus menentukan berapa banyak subnetwork yang kita butuhkan. Dalam menentukan subnetwork yang harus diperhatikan adalah berapa jumlah host yang tergabung dalam setiap subnetwork. Jumlah host nantinya akan menentukan berapa banyak IP yang diperlukan.

Berikut adalah langkah-langkah yang mesti dilakukan sebelum melakukan proses subnetting:
1.       Subnetting hanya terdapat pada IP address Versi 4
Yang harus diingat adalah IP address Versi 4 terdapat 5 Class IP; Class A, Class B, Class C, Class D, Class E. Dalam melakukan subnetting,  IP address kelas C tidak bisa dijadikan atau disubnetting menjadi kelas A.

Contoh; IP Class C 192.168.1.xxx 255.255.255.0 tidak bisa disubnetting menjadi 192.xxx.xxx.xxx 255.0.0.0.
Proses subnetting adalah untuk memperkecil range dari sebuah blok IP Address dan mengikuti aturan pembagian Class IP address.

2.       Pelajari dan perdalam cara perhitungan Pemangkatan 2
Pemangkatan angka 2 dilakukan dengan mengalikan angka 2 sebanyak jumlah angka yang dipangkatkan. Misalnya 2^3 (dua pangkat tiga ), cara perhitungannya adalah 2x2x2= 8. Hal yang sama juga berlaku pada 2^5 = 2x2x2x2x2 = 32.
2^1 = 2
2^2= 4
2^3 = 8
2^4 = 16
2^5 = 32
2^6 = 64
2^7 = 128
2^8 = 256
2^9 = 512
2^10 = 1,024
2^11 = 2,048
2^12 = 4,096
2^13 = 8,192
2^14 = 16,384  

Perhitungan pangkat 2 sangat penting dalam proses subnetting karena penentuan alokasi IP address untuk host, subnetwork ID dan broadcast ID didasarkan pada hitungan menggunakan pangkat 2 tersebut.

3.    Tentukan jumlah SubNetwork yang diperlukan dan IP address Host tiap-tiap subnet
Menentukan berapa banyak subnetwork ID dari IP address yang kita butuhkan haruslah disesuaikan dengan berapa banyak subnetwork yang akan kita buat atau kita bagi dari sebuah Network ID yang besar.

Pada contoh di atas, segment IP Address 192.168.1.xxx 255.255.255.0, kita andaikan terdiri atas  200 komputer dam bisa dibagi menjadi 8  kelompok yang masing-masingnya terdiri atas 20 sampai 25 komputer atau kurang dari 30 komputer. Dengan pembagian ini maka trafic menjadi lebih lega. Setelah memutuskan bahwa subnetwork kita terdiri atas 8 subnetwork maka kita tinggal menentukan Network ID adari masing-masing subnetwork tersebut .

4.       Tentukan Network ID
Tentukan Network ID dari tiap-tiap subnework, penentuan ini agar kita bisa dengan mudah mengelompokkan host-host berdasarkan bagian atau departemen kerja, misalnya untuk bagian financial menggunakan Network ID sekian, bagian HRD network ID sekian dan seterusnya.

Contoh:  Segment IP Address 192.168.1.xxx 255.255.255.0 kita bagi menjadi 8 Subnetwork, pembagian network ID dari 8 subnetwork tersebut adalah sebagai berikut:
–          Bagian Finance : 192.168.1.0 subnetmask 255.255.255.224
–          Bagian HRD : 192.168.1.32 subnetmask 255.255.255.224
–          Bagian Marketing 1: 192.168.1.64 subnetmask 255.255.255.224
–          Bagian Marketing 2: 192.168.1.96 subnetmask 255.255.255.224
–          Bagian IT : 192.168.1.128 subnetmask 255.255.255.224
–          Bagian Umum : 192.168.1.160 subnetmask 255.255.255.224
–          Bagian Logistik : 192.168.1.192 subnetmask 255.255.255.224
–          Jajaran Direksi : 192.168.1.224 subnetmask 255.255.255.224

5.    Menentukan Subnet untuk koneksi WAN ( Wide Area Network )
Koneksi WAN biasanya menggunakan koneksi point to point dan hanya membutuhkan 2 IP address, untuk itu penentuan IP address atau segment IP untuk koneksi WAN menggunakan metode subnetting yang hanya menyediakan 2 IP address yang bisa dipakai oleh host. Metode subnetting yang hanya menyediakan IP address sebanyak 2 buah untuk host bisa diketahui dari subnetmask nya yaitu 255.255.255.252.

6.    Subnetmask
Penting sekali untuk memahami makna dibalik subnetmask, subnet mask bukanlah hanya sekedar pelengkap penomoran IP address tapi subnetmask merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah, tanpa subnetmask sebuah IP address versi 4 tidak memiliki arti atau makna sama sekali.

Semoga berguna.