Dalam menjawab pertanyaan  tentang DHCP pada Ujian sertifikasi CCNA 200-120 sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan modul CCNA yang lama, 640-802. Prinsip dasarnya sama saja, untuk lebih memahami dan tidak sekedar menghafal jawabannya maka ada beberapa kunci atau prinsip dasar yang mesti dipahami dari DHCP terutama yang terkait dengan Cisco.
Selain Cisco, protocol DHCP juga dipakai atau diterapkan oleh vendor lain pada perangkat mereka dan tentunya pasti ada perbedaan-perbedaan antara tiap-tiap vendor dalam penerapannya. Di sini saya lebih menekankan tentang DHCP pada Cisco karena terutama terkait dengan sertifikasi CCNA.

Berikut adalah dasar-dasar yang mesti dipahami dalam menjawab pertanyaan ujian CCNA 200 – 120 terkait soal-soal DHCP;
1.    Cara kerja DHCP server dalam memberikan IP Address kepada klien-kliennya secara dinamis.
Pada Cisco alamat IP yang diberikan oleh DHCP server pada prinsipnya alamat tersebut “disewakan” ( leased ) kepada host-host yang menjadi kliennya.
Sebuah IP address yang diterima oleh klien akan terus dipakai selama masa Penyewaan tersebut dan ketika habis masa sewanya maka si klien akan mengontak server dan meminta IP address yang baru lagi.  Jadi kata kuncinya adalah lease dan hal ini berlaku hanya pada Cisco saja. Mungkin prinsip ini berbeda dengan DHCP server pada vendor yang lain seperti  Window server dan wifi router non cisco. 

2.    IP Adress mana saja yang boleh dan tidak boleh diberikan oleh DHCP server kepada kliennya.
IP address yang tidak boleh diberikan oleh DHCP server adalah:

a.     IP address yang menyatakan Network atau subnetwork Address. Misalnya IP address network 192.168.1.0 dengan subnetmask 255.255.255.0 maka Network atau subnetwork addressnya adalah 192.168.1.0.
b.    IP address yang menyatakan alamat broadcast. Dari contoh di atas maka broadcast addressnya adalah 192.168.1.255

3.    Tugas utama DHCP server.
Tugas utama DHCP server adalah sebagai berikut:
a.    Mengkonfigur parameter IP address yang diberikan oleh server ke klien, maksudnya konfigurasi IP address dilakukan secara otomatis dari DHCP server, komputer klien tidak perlu melakukan tindakan apa-apa.
Parameter yang dimaksud adalah:
–    IP address
–    Subnetmask
–    Default gatewat
–    Alamat DNS dan Wins server
b.    Memberikan dan memperbaharui Parameter-parameter IP address.

4.    Apa yang terjadi jika terjadi konflik IP address.
Konflik terjadi jika pada sebuah LAN terdapat dua klien atau lebih yang menggunakan IP address yang sama. Pada Cisco jika DHCP server mendeteksi terjadinya konflik maka IP address tersebut dibuang dari pool Ip address pada DHCP server dan si administrator dari DHCP server harus melakukan perbaikan atas masalah tersebut.
Dengan demikian sebuah IP address yang diketahui mengalami konflik tidak bisa digunakan lagi secara dinamik melalui DHCP server sampai si admin melakukan tindakan perbaikan.

Semoga berguna
Sumber gambar: http://www.flickr.com/photos/pericomart/3733990908/