Merakit komputer bukan sekedar memasang satu persatu komponen dari sebuah komputer tetapi lebih dari itu adalah bagaimana menentukan komponen mana yang tepat, yang sesuai dengan kebutuhan, yang sesuai atau pas dengan dana yang ada( terbatas ).
Untuk urusan pasang memasang atau rangkai merangkai komponen bisa anda cari videonya di youtube ( sudah banyak video di youtube yang bisa dilihat dan cukup mudah ).
Namun di luar urusan itu ada hal lain yang sangat penting yang mesti anda ketahui sebelum memutuskan untuk membuat atau merakit sebuah komputer.

1.    Beda komputer rakitan dan komputer build-up
Secara umum komputer rakitan adalah komputer bagian atau komponennya ditentukan oleh si pemakainya, sedangkan komputer buildup adalah sebuah atau satu unit komputer lengkap yang bagian komponennya sudah diatur dan ditentukan oleh sang pembuat atau penjualnya. Di mana komponen dari ke dua jenis komputer ini sama-sama baru cuma biasanya komputer rakitan komponennya merupakan perpaduan dari berbagai jenis merk sesuai dengan keinginan dari si pembuat atau si pemakainya. Komputer build up juga sebenarnya bisa dikombinasikan dengan yang lain namun biasanya spesifikasi yang sudah ada tidak sesuai jika dipadukan dengan merk lainnya.

2.    Pertimbangan Anggaran
Alasan orang merakit atau membuat komputer rakitan tidak selamanya karena alasan biaya tetapi lebih karena kebebesan dalam menentukan apa yang disukai dan diinginkan. Ada dua type perakit komputer:
a.    Type yang lebih mengutamakan spesifikasi dari pada anggaran.
Anggaran adalah nomor dua berapa, yang terpenting adalah spesifikasi terpenuhi. Biasanya perakit komputer type ini mengeluarkan biaya yang sangat besar dan lebih besar dari komputer build up dengan spesifikasi yang sama. Hal ini dikarenakan semua komponen yang dipilih dan dipakai buatan atau berasal  dari brand ternama yang tentu mahal harganya.
b.    Type yang lebih mengutamakan anggaran daripada spesifikasi.
Biasanya si perakit sudah terlebih dahulu menentukan berapa anggaran yang diperlukan baru mencari spek komponen yang sesuai dengan dana yang ada.
Meski pun dana terbatas namun spek komputer yang bisa dibuat tidak jelek-jelek amat karena biasanya di kombinasikan antara bagian-bagian dari komputer tersebut, misalnya processornya dipakai yang agak tinggi tapi mobo-nya dipilih dari brand pembuat yang kualitasnya sedang dan harganya pun murah. Dengan cara seperti itu biasanya dengan anggaran yang terbatas masih bisa dapat komputer dengan spek yang lumayan bagus.

3.    Tentukan apa saja yang akan anda kerjakan dengan calon komputer yang mau anda rakit.
Kebutuhan memang tidak aka ada cukup-cukupnya, namun lebih baik anda tentukan apa saja aplikasi yang mau anda jalankan saat menggunakan komputer yang bakal anda rakit tersebut. Biasanya ketika mulai mencari atau mendengar saran dari teman kita mudah tergiur dengan spesifikasi yang tinggi tapi tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya kita perlukan.
Aplikasi yang anda gunakan misalnya, Office, browser game ringan, musik dan video standard, maka anda tidak perlu galau ketika dihadapkan pada tawaran yang menawarkan spek komputer untuk high end gaming. Santai saja, pastikan bahwa daripada uang anda terpakai tanpa banyak manfaat maka labih baik anda berhemat dan uang yang lebih bisa anda pakai untuk berlanggan paket internet yang kencang dan sebagainya.

4.    Hemat listrik, hemat biaya
Salah satu parameter yang bisa anda gunakan untuk mengambil keputusan saat dihadapkan pada pilihan sulit dalam menentukan satu dari dua spek Processor adalah TDP ( atau thermal design Power, satuannya watt ), TDP sebuah procie bervariasi mulai dari 45w sampai 200w pun ada. Jika dua procie dengan spek yang berbeda tipis tapi berbeda jauh TDP nya maka saya akan memilih processor yang nilai TDPnya lebih kecil. Total pemakaian atau konsumsi dari daya listrik pada sebuah komputer yang anda akan rakit bisa dihitung, anda bisa mencarinya di google dengan kata kunci calculating power consumption, dari situ akan terlihat berapa besar daya yang anda gunakan, coba kombinasikan komponen-komponen komputer dan bandingkan konsumsi daya listriknya. Selain processor, pemakaian jumlah harddisk dan rpm dari harddisk. Semakin banyak jumlah harddisk dan tinggi RPMnya  maka semakin besar konsumsi daya listrik-nya.  

5.    Pemilihan Power Suply
Peran power supply sangat penting agar komputer anda bisa tetap menyala, untuk itu yang mesti diperhatikan adalah berapa daya power supply yang mesti disiapkan agar ke depannya power supply yang anda beli saat pertama merakit komputer masih bisa menyuplai listrik bagi komputer anda ketika akan dilakukan upgrade. Biasanya Power supply dengan daya kurang dari 300 watt sudah cukup untuk menjalankan komputer dengan 1 hardisk, 1 DVD RW tapi untuk kebutuhan tambahan seandainya ternyata suatu saat anda melakukan penambahan maka tidak perlulah mengganti power supply, untuk itu biasanya  gunakan PS dengan kapasitas antara 450 sampai 550.

6.    Pilhan Motherboard
Pilihan motherboard biasanya dipadukan dengan jenis dari processor.

a.    Biasanya kata kunci yang dipakai untuk mengabungkan antara processor dan mobo adalah jenis socket. Pada spek dari processor tertera jenis socket apa yang disupport oleh motherboard. Processor Intel dikenal dengan socket LGA 775, 1150, 1155, 1156 dan lainnya.  Processor AMD menggunakan socket AM2, AM3, FM1, FM2, dan lainnya. Pertimbangan yang mesti dipikirkan saat menentukan pilihan pada suatu motherboard adalah apakah jenis mobo tersebut ke depannya masih mendukung untuk jenis processor yang terbaru? Sedikit tips, pada saat memilih sebuah processor cek processor yang bakal anda pilih tersebut menggunakan socket jenis apa dan seberapa tinggi kecepatan processor-processor laiinnya  menggunakan socket yang sama dengan pilihan anda. Sebaiknya anda memilih motherboard yang masih mendukung yang tiga sampai 5 tahun ke depan tidak ketinggalan jaman.

b.    Pilihan berikutnya adalah ketahanan terhadap TDP dari Processor, hal ini mesti diperhatikan khususnya bagi anda yang berminat untuk menggunakan processor jenis AMD, atau prosessor Intel jenis yang terbaru. Rata-rata motherboard AMD hanya support Processor dengan TDP dibawah 100w. Untuk Mobo yang support TDP di atas 100w harganya pasti sangat mahal.

c.    Perhatikan kelengkapan port input/output (i/o) apakah sudah cukup dengan kebutuhan anda, jika anda belum berniat membeli tambahan VGA maka pastikan mobo yang anda akan beli sudah ada VGA portnya.

d.    Jumlah port-port yang tersedia pada Mobo bisa dijadikan pertimbangan untuk menentukan pilihan.

7.    Menentukan Memory
Sekali lagi, pilihan jenis memory disesuaikan dengan spesifikasi dari CPU dan juga motherboard. Selain itu pertimbangan kapasitas, besar memery yang digunakan tergantung pada kebutuhan anda. Janganlah terlalu memaksakan diri untuk menggunakan memory yang besar tapi tidak berimbang dengan pemakainnya dan juga sebaliknya.

8.    Penambahan Video Interface
Ingat jika anda menambah VGA card maka berarti anda sudah siap dengan penambahan biaya untuk membeli, konsumsi daya listrik akan meningkat, pastikan power supply anda sudah mendukung dan pastinya tagihan listrik akan naik.

9.    Monitor LED atau LCD
Saya lebih memilih monitor jenis LED karena konsumsi daya listrik yang murah. Monitor LED berukuran 18,5”, konsumsi listriknya cuma 12 sampai 18 watt. Bandingkan dengan monitor LCD 17” yang sedang saya pakai saat ini, tegangan 220 volt dengan arus 0,7 ampere maka watt-nya  kurang lebih 100 watt. 

Semoga berguna.
Sumber gambar: http://www.flickr.com/photos/ecstaticist/4445205796/