Pagi ini ketika membuka halaman sebuah website terlihat sebuah iklan yang begitu menarik perhatian saya, iklan itu menawarkan jasa peminjaman uang secara online.

Saya pun mencoba mencari tahu lebih jauh dengan mengklik iklan tersebut  dan ternyata benar iklan itu bukan hoax, iklan itu mengarahkan saya ke website sebuah perusahan jasa peminjaman uang yang memberikan layanan pinjaman secara online. Pinjam Uang Online Benarkah Itu Sebuah Solusi Tepat

Pikiran saya sesaat agak sedikit galau melihat iklan ini, kenapa? Yang terlintas di pikiran saya adalah apakah perusahan jasa pinjaman uang ini dapat jadi ancaman terhadap bank-bank konvensional yang ada.

Mirip kasus kemarin, ketika para sopir taksi berdemo menuntut dibubarkannya taksi online. Apakah nasib para karyawan bank konvensional akan sama dengan para sopir taksi konvensional.

Tetapi tunggu dulu, pada halaman depan website itu ada simulasi kredit, saya lalu mencoba untuk membuat simulasi pinjaman.

Ketika memasukkan pinjaman 3 juta rupiah terlihat dana yang harus dikembalikan setelah 30 hari adalah sebesar 3,9 juta rupiah, secara kasar dapat dikatakan bunga yang yang harus kita bayarkan adalah sebesar 30 persen.

Memang sudah jadi rahasia umum bahwa di luar sana system pinjam meminjam uang seperti ini sudah ada dan biasa, bahkan dengan bunga yang lebih besar, tapi untuk model online seperti ini cukup mengejutkan juga. 

Apalagi dengan bunga yang terbilang tinggi tergantung masa waktu peminjaman, semakin lama waktu pengembalian semakin besar dana yang harus kita bayarkan.

Menurut saya system peminjaman uang seperti ini terbilang cukup tinggi bunganya namun cukup membantu bagi yang butuh dana yang tidak terlalu besar, kurang dari 10 juta, secara cepat.

Tidak mungkin ketika mendadak butuh uang 5 juta anda harus menjual motor atau menggadekan sertifikat rumah atau BPKB mobil anda.

Pilihan ini pinjaman online ini cukup membantu namun bianya atau bunga yang mesti dikembalikan cukup besar.

Tidak disebutkan denda atau pinalti yang bakal diberikan jika sampai terlambat melunasi pinjaman, tapi saya yakin pasti ada perjanjian pinalti atau denda keterlambatan dan nilainya pasti lebih mencekik.  

Persyaratannya sendiri terbilang gampang-gamapang susah, calon peminjam harus punya Kartu keluarga, SIM, pasport, NPWP, Kartu kredit, Buku Tabungan.  Untuk kartu kredit rasanya sulit, tidak semua orang punya kartu kredit dan banyak juga yang trauma dengan pinjaman berbasis kartu kredit.

Inilah era online, memang baru satu atau dua perusahan peminjaman online seperti ini, namun ke depannya bakal ada banyak bermunculan perusahan pinjam meminjam online dengan tawaran yang lebih bersaing.

Untuk saat ini anda mungkin harus berpikir dua kali untuk mencoba jasa perusahaan peminjaman uang secara online, jika harus terpaksa mungkin anda bisa coba meminjam dengan nilai yang kecil dan dalam tempo waktu yang tidak terlalu lama, seminggu adalah waktu yang paling kecil yang diberikan dengan bunga yang kecil juga.

Semoga berguna.