Tanam pohon di daerah perkotaan sebaiknya tidak asal dilakukan begitu saja. Beberapa pertimbangan seharusnya dipikirkan sebelum melakukan kegiatan tersebut.

Sering kali, waktu lewat di depan sebuah rumah atau perkantoran, terlihat ada tanaman yang ditanam di pekarangan tepat di bawah jalur kabel listrik atau kabel telpon dan jenis pohon yang ditanam tidak tanggung-tanggung, pohon Jati.

Pohon Jati dan juga jenis pohon buah-buahan seperti mangga adalah jenis pohon yang tumbuh menjulang ke atas dengan ukuran yang sangat tinggi. Pelan tapi pasti, suatu ketika cabang tanaman tersebut pasti akan mencapai kabel-kabel itu, karena sifat tanaman yang selalu tumbuh dan bertumbuh maka posisi kabel-kabel yang tergantung pasti terancam. Situasi makin gawat dengan adanya tiupan angin kencang.

Hal-hal yang tadinya tidak terpikirkan akhirnya jadi masalah serius. 

Siap-siap saja dengan resiko bahaya dan rugi yang akan timbul. Kabel listrik yang putus dan jatuh ke tanah sangat berbahaya jika tersentuh orang yang sedang lewat. Tiang listrik di pinggir jalan adalah saluran distribusi tengangan rendah, sekitar 20kilo volt tengangannya, jika dua kabelnya yang masing-masing merupakan kutub negative dan kutub positif bersentuhan maka terjadi arus pendek. Karena arus pendek pada saluran distribusi membuat ratusan rumah untuk sementara menggunakan lilin untuk penerangan.

Solusinya? terpaksa pohon harus ditebang. Ironis memang, pohon yang butuh waktu lama untuk bertumbuh hilang dalam waktu sekejap. Penyebabnya apalagi kalo bukan karena salah tanam. Bayangkan pohon mangga kita di depan rumah yang sudah bertahun-tahun dipupuk, dirawat, dijaga dan saat sedang lebat-lebatnya berbuah harus ditebang hanya karena posisi tanamnya yang kurang pas, dibawah kabel listrik.

Lokasi tanam dan jenis tanaman di pekarangan rumah atau perkantoran adalah pertimbangan yang mesti diperhatikan dengan baik. Tanaman kayu yang bakal tumbuh tinggi sebaiknya tidak ditanam di bawah jalur kabel listrik.