Kenapa IP routing begitu penting dalam networking? Networking tidak hanya terbatas pada koneksi komputer-komputer yang tergabung dalam LAN tetapi juga networking merupakan komunikasi antara komputer yang tergabung dalam network yang berbeda secara LAN.

Peran IP routing adalah mewujudkan komunikasi antara komputer yang tergabung dalam satu segment LAN agar bisa berkomunikasi dengan komputer yang ada di segment LAN yang berbeda baik itu yang berada dalam jarak yang berjauhan maupun dalam jumlah yang banyak.

Tanpa adanya proses routing yang menggunakan IP address maka tidak akan ada internet, semua jaringan LAN akan terpisah satu sama lain, efek dari penambahan jumlah komputer yang banyak pada jaringan LAN adalah semakin padat lalu lintas data karena semakin bertambahnya jumlah anggota LAN semakin besar broadcast data yang ada pada LAN tersebut. Broadcast yang besar membuat ketersedian bandwidth semakin menurun.

Dengan membagi sebuah LAN yang besar berarti mengurangi lalu lintas data dan juga broadcast. Setelah satu segment LAN yang bersar terbagi menjadi beberapa segment LAN yang kecil maka antara segment LAN tersebut harus bisa saling berkomunikasi jika tidak percuma dipisah. Proses routing bertugas untuk menghubungkan LAN LAN itu.

Apa yang dibutuhkan dalam proses IP routing agar setiap komputer yang berbeda segment bisa saling berkomunikasi.

1.    Hardware
Router adalah perangkat yang dikhususkan untuk melakukan proses routing. Interface router menjadikan dua buah LAN menjadi terpisah secara fisik.  Jika terdapat dua buah koneksi pada dua interface dari router berarti terdapat dua buah LAN yang terkoneksi, itulah fungsi lain router yaitu memisahkan dua LAN baik secara fisik maupun secara logika.

Untuk menjalankan fungsi pemisahan secara logika atau secara software maka pada router harus dilengkapi dengan network operating sistem (NOS), NOS lah yang mengatur proses routing  atau proses lainnya yang bersifat logis atau secara software. Tanpa router dan routing protocol maka proses IP routing tidak terjadi.

2.    Routing Protocol
Fungsi routing protocol adalah mencari dan mengumpulkan informasi tentang hal-hal yang diperlukan dalam proses transmisi data antar jaringan melalui router, informasi tersebut kemudian disimpan dalam routing tabel yang nantinya dipakai dalam kegiatan routing.

Routing dan proses routing terjadi pada layer berapakah dari OSI Layer?
Routing terjadi pada layer 3 atau Network Layer, dengan kata lain routing protocol merupakan properti dari layer 3. Router adalah perangkat dari layer3. Bandingkan dengan switch yang merupakan perangkat layer 2.

Kenapa router disebut perangkat layer 3? karena router menggunakan IP address dalam menjalankan tugasnya. Router tidak menggunakan mac address, hanya switch yang menggunakan mac address.

Router juga bisa mencegah pesan broadcast yang terjadi dalam sebuah LAN sehingga tidak bisa sampai ke network lain. Router menggunakan pesan multicast dalam usahanya mencari tahu informasi tentang router lainnya yang terdapat pada network.

Router memiliki fitur yang cerdas dalam melakukan routing proses yaitu dengan menyediakan sebuah tabel yang secara khusus berisikan data-data yang akan digunakan untuk menentukan jalur mana yang harus dilalui ketika meneruskan paket ke network tujuan. Tabel tersebut dikenal sebagai routing tabel yang berisikan parameter-paremeter yang diperlukan dalam proses routing.

Parameter tersebut antara lain adalah :
–    Jumlah hop ( setiap kali sebuah paket melalui sebuah router untuk sampai ke network tujuan dianggap sebagai satu hop ).
–    Besar kecilnya bandwidth.
–    Delay waktu antara pengirim dan tujuan.

Jenis-jenis routing terdiri atas dua kategori utama yaitu static dan dynamic routing, untuk jelasnya cek di link ini untuk lengkapnya.

Yang dibahas di atas adalah IP routing dengan menggunakan IP address versi 4, bagaimana dengan IP address versi 6. Pada IP versi 6 proses routing terdiri atas berberapa jenis routing protocol yang berbeda dengan routing pada IP versi 4.

Routing protocol pada IP versi6 adalah sebagai berikut:
1.    RIPng
2.    EIGRPv6
3.    OSPFv3

Sumber gambar: petehoffswell via photopin