Cybercrime adalah istilah yang memiliki arti luas mengenai penggunaan komputer atau peralatan elektronik seperti telepon seluler atau PDA atau lainnya yang terhubung ke jaringan internet sehingga dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran hukum atau hal yang dapat menimbulkan bahaya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa semua teknologi memiliki sisi negatif, demikian juga Cybercrime lahir dari pesatnya rembetan Teknologi Informasi.Secara sederhana Cybercrime diartikan sebagai penggunaan dan pemakaian peralatan komputer dan peralatan elektronik lainnya untuk melakukan tindak kejahatan pada suatu sistem informasi seperti jaringan komputer atau internet. 

Cybercrime sering diidentikkan dengan kejahatan yang menggunakan teknologi canggih, kejahatan ekonomi, kejahatan dalam Internet, kejahatan digital dan juga kejahatan elektronik.
Berikut ini adalah beberapa hal atau prilaku yang bisa dikategorikan atau menyebabkan Cybercrime dan penyalahgunaan sistem informasi.

1. Kelalaian pengguna. Lalai saat menggunakan sistem informasi sehingga bisa menyebabkan terjadinya pelanggaran terhadap kebijakan keamanan sistem informasi.
Contoh: Lupa mengunci tampilan desktop saat meninggalkan komputer yang sedang hidup.

2. Kejahatan konvensional yang melibatkan penggunaan komputer atau perangkat elektronik lainnya yang dijadikan sarana komunikasi atau sebagai sarana penyimpanan data dalam mendukung kegiatan ilegal tersebut.

3. Penipuan secara online melalui internet dengan menggunakan beberapa metode seperti phishing, spoofing, spimming , atau bentuk penipuan lainnya untuk mendapatkan uang.
Contoh: Kasus penipuan kartu kredit dan pencurian identitas untuk berpura sebagai teman dan meminta uang dengan identitas palsu tersebut.

4. Hacking, pelanggaran komputer, dan password cracking untuk membobol password atau akun komputer.

5. Membuat dan menyebarluaskan program yang dapat merusak sistem komputer. Contoh: Virus

6. Pembajakan terhadap karya Cipta seperti musik, film dan perangkat lunak.

7. Praktek pemerasan dengan menggunakan teknologi informasi untuk mengancam dan mengganggu kenyamanan orang lain.

8. Penguntit, kejahatan seksual terhadap anak-anak, kejahatan sesual lainya yang dilakukan secara online.

9. Penipuan akademik berupa penjiplakan tulisan atau penipuan data ujian dan pemalsuan methode penelitian.

10. Organisasi kriminal yang berbasiskan pada suatu etnik yang menggunakan komputer atau perangkat elektronik lainnya untuk menjalankan suatu bisnis yang melanggar hukum.

11. Aksi mata-mata oleh perusahaan, pemerintahan maupun perorang dengan menggunakan peralatan mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks serta dengan menggunakan metode spionase termasuk spyware dan aplikasi key logger untuk kepentingan pribadi maupun perusahaan.

12. Tindakan atau aksi teror oleh sekelompok orang untuk kepentingan sosial, keagamaan dan politik mereka dengan menyebarkan rasa takut atau merusak infastruktur sistem informasi yang penting. 

Semoga berguna