Sekarang ini jika ingin bepergian dengan angkutan umum di seputar kawasan Jobodetabek bisa dilakukan dengan beberapa pilihan jenis transportasi, salah satunya yang paling murah dan cukup aman dan nyaman adalah dengan menggunakan kereta api Commuter Line atau KRL.

Kereta Api Listrik Commuter Line tidak selalu memberikan kenyamanan bagi penumpangnya, maklum saja karena harganya yang murah membuat jenis anggkutan ini banyak peminatnya, sehingga istilah patas atau cepat terbatas, tidak berlaku di KRL.

Penumpang KRL tidak dibatasi jumlahnya, selama masih bisa masih bisa masuk dalam KRL maka berapapun banyaknya penumpang akan selalu diangkut.

Keputusan ada ditangan penumpang mau ikut atau tunggu sampai ada kereta yang lebih sepi penumpangnya.

Ketidaknyamanan ber KRL sebenarnya hanya karena padatnya penumpang yang berjubel di dalam kereta, untuk harga dan udara di dalam gerbong kereta cukup sejuk karena ber-AC.

Berikut adalah tips rahasia yang wajib dipahami dan diterapkan jika ingin nyaman naik kereta KRL :

     1.       Harus tahu kapan Jam Sibuk KRL di pagi hari

Puncak jam sibuk di mana penumpang KRL sangat banyak dan padat adalah pagi hari dan sore hari.

Pada hari kerja, pagi hari dari Rute KRL arah luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serpong, yang  menuju ke dalam pusat kota Jakarta sangat padat.

Pada jam 5 pagi sampai jam 10 pagi adalah jam yang harus dihindari jika tidak mau merasakan berdesak-desak di dalam KRL.

Padatnya KRL pada pagi hari ini sangat tidak bersahabat untuk para lansia, Ibu hamil, orang cacat dan anak-anak.

Untuk rute KRL sebaliknya, dari stasiun-stasium di kawasan dalam kota Jakarta yang menuju keluar sangat sepi dan cocok untuk bepergian. 

Pada rute Jakarta ke luar Jakarta anda bisa tidur-tiduran di dalam gerbong pun bisa. Sangat nyaman dan hanya bayar 2 ribu rupiah kalau ke Bekasi atau 4 ribu kalau mau ke Bogor.

        2.       Jam sibuk KRL di sore hari

Jam sibuk KRL di sore hari adalah mulai dari jam 4:30 sampai 7:30.

Anda yang di Bekasi, Depok, Serpong, Bogor kalau lagi belanja di pusat belanja terkenal seperti Pasar Tanah Abang dan ITC Mangga Dua, kalau naik kereta KRL maka jangan lupa untuk segera pulang pada jam 3 sore.

Jika sampai jam 5 sore baru sadar untuk pulang maka siap-siap sajalah untuk beradu dengan karyawan kantoran yang mau pulang.

Untuk rute balik dari arah luar Jakarta menuju dalam Jakarta, kondisinya sangat sepi KRL adalah pilihan transportasi yang paling tepat, karena murah, cepat dan nyaman.  

       3.       Musuh utama kereta KRL adalah gangguan teknis

Kalau terjadi gangguan teknis pada KRL maka jangan pilih untuk naik KRL karena waktu tempuhnya akan sangat lama.

Cara mengetahui gangguan yang terjadi pada rute KRL adalah dengan mengupdate berita via media online sosial media seperti Twitter, situs berita online dan sebagainya.

      4.       Jangan mencoba mengakali tiket KRL

Kenapa? Karena tiket KRL itu sudah murah, selain itu system ticketing KRL sudah menggunakan elektronik.

Ada denda yang cukup besar jika ketahuan menyalahgunakan tiket KRL.

       5.       Di dalam KRL tidak ada Toilet atau WC umum

Hahaha… jangan sampai lupa yang satu ini ya.. Jika harus ke toilet maka kita bisa turun di stasiun berikutnya lalu pergi ke toilet yang ada di dalam stasiun bukan yang ada di luar stasiun.

Setelah selesai dari toilet tunggu kereta berikutnya untuk melanjutkan perjalanan kita.

  6.    Jangan duduk di kursi prioritas

Kursi prioritas adalah tempat duduk untuk orang cacat, ibu hamil dan ibu yang bawa anak, jadi kalau tidak masuk tiga kriteria itu maka sebaiknya tidak duduk di situ.

Kalau kursi prioritas lagi kosong dan kita duduk maka saat ada yang butuh maka kita harus memberikan kepada yang berhak, jika tidak kasih tempat duduk maka kita akan ditegur oleh petugas satpam atau penumpang lain.

Jadi kalau ada kursi non prioritas yang kosong maka sebaiknya duduk di sana saja.

      7.       Jangan sok tahu dan malu untuk bertanya

Rata-rata penumpang kereta KRL itu baik-baik orang nya, kalau pun mereka tidak memberikan jawaban yang memuaskan tanyakan pada petugas keamanan yang ada di dalam setiap rangkaian kereta.

Semoga berguna.