Mencari pekerjaan sampai lama tidak dapat memang bikin kesal, marah dan stress. Tapi apakah kita pernah pikir kembali apa yang jadi sebab kenapa kita lama tidak dapat kerja?

Siapa sebenarnya yang paling bertanggung jawab kalau kita belum sampai dapat kerja? Apakah orang tua yang kurang memberikan dana cukup untuk membekali kita dengan keterampilan lebih? apakah lingkungan sekitar yang tidak mendukung kita? Apakah kita sendiri yang kurang usahanya dalam mendapatkan perkerjaan?

Berikut ini adalah hal-hal yang mesti diketahui dan direnungi oleh para pencari kerja:

      1.       Seberapa penting keterampilan dan pengalaman.

Dalam pikiran seorang manajer di sebuah perusahaan yang sedang mencari karyawan baru, maka yang terlintas adalah kalau bisa yang siap bekerja atau setidaknya tidak perlu waktu lama untuk bisa beradaptasi dan bisa dilepas sendiri alias mandiri.

Melihat dari sudut pandang perusahaan maka keterampilan yang dimiliki seorang calon karyawan itu sangat dibutuhkan agar bisa diterima.

Tidak peduli anda baru lulus atau sudah pernah kerja, keterampilan dan pengalaman itu adalah faktor utama seorang bisa diterima berkerja.

Pengetahuan   dan kemampuan yang baik akan tugas dan tanggung jawab terhadap perkerjaan merupakan hal utama yang wajib dimiliki agar anda kita bisa cepat memberikan sumbangsih bagi perusahaan tempat kita bekerja.

Kemampuan atau keahlian bisa didapat dari banyak sumber, mulai dari tempat kursus, kerja sambilan, kerja part time, kerja magang, kerja sukarela dan juga kegiatan non formal lainnya.

      2.       Kalau sudah punya keterampilan, bahkan pengalaman sudah lebih dari cukup, apa lagi sih yang masih kurang

Inilah bentuk dari rasa puas diri, seorang calon biasanya berpikir bahwa keahlian dan pengalaman adalah senjata utama yang sudah cukup untuk dapat kerja.

Kalau ternyata saingan kita adalah orang yang punya penglaman dan kemampuan yang sama dengan kita maka sebuah perusahaan akan mengalihkan penilaian mereka kepada faktor kepribadian.

Kepribadian yang menjadi sorotan adalah soal kualitas emosional, tempramen atau tidak orang ini, perkembangan karir ke depan dan sebagainya.

      3.       Pertanyaan soal gaji seperti jebakan yang membuat orang bisa tidak diterima

Biasanya kita akan ditanya tentang berapa gaji yang kita minta. Persiapan yang mesti dilakukan adalah mencari tahu tentang standar gaji yang berlaku saat ini.

Jangan menerka-nerka karena lebih baik kita memberikan jawaban dengan beberapa faktor seperti tugas dan peran kita, kebutuhan kita, biaya hidup kita, dan sebagainya.

Setelah kita memberikan alasan mengapa kita meminta nilai seperti itu maka kita juga harus memberikan alasan yang menyakinkan mengenai apa saja kemampuan yang kita miliki dan kontribusi apa saja yang bakal kita berikan kepada perusahan sehingga kita layak diberikan gaji sebesar yang kita tawarkan.

       4.       Apa prestasi kita dan bagaimana mencapainya

Perusahaan lebih tertarik pada prestasi kunci yang sudah kita capai dan bagaimana kita mencapainya.

Biasanya para kandidat calon memiliki catatan prestasi kurang lebih sama, untuk membedakan dengan kandidat kuat lainnya maka kita pada resume kita tambahkan deskripsi tentang apa tanggung jawab kita terhadap pekerjaan kita.

Gunakan pernyataan dalam surat resume kita yang mengandung unsur tantangan, tindakan dan hasil.

Misalnya: Tanggung jawab saya adalah menyelesaikan pekerjaan pemasangan jaringan CCTV berbasis IP address di sepanjang Tol dalam kota dalam waktu 6 bulan.

Tindakannya adalah melakukan survey, membuat perhitungan biaya dan tenaga kerja yang dibutuhkan, membuat time frame, mengawasi, melibatkan pihak kedua.

Hasilnya adalah selesai sesuai jadwal.

      5.       Jangan terlalu banyak menceritakan masa lalu yang tidak terlalu berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar saat ini

Banyak dari kita menulis tentang masa lalu pekerjaan atau pengalaman yang sebenarnya sudah ketinggalan dan tidak terpakai lagi.

Ada baiknya kita tidak perlu menyertakan rincian yang panjang lebar tentang pekerjaan yang sudah cukup lama, mungkin kita cukup menuliskan judul pekerjaan dan memberikan keterangan bahwa kita bersedia memberikan detail pekerjaan jika diminta atau dibutuhkan.

      6.       Terus berusaha, selalu berharap  dan berdoa

Ketika usaha kita selalu gagal, kita selalu menyalahkan orang lain, stress dan berpikir yang negative. Ada baiknya kita tetap bersemangat dan selalu berdoa.

Jangan pernah berkecil hati, mungkin manajer HRD-nya tidak terlalu pintar dan jeli dalam melihat kemampuan dan kelebihan yang kita miliki.

Mungkin pekerjaan yang pas untuk kita belum tersedia sehingga kita dianggap tidak cocok, tetaplah berusaha dan positive thinking sebab kita tidak tahu kapan datang saat yang tepat. Selalu siaga, jika tiba saatnya pekerjaan itu datang kita sudah siap untuk mendapatkan dan menghadapi tantangan dalam bekerja.

Semoga anda cepat mendapatkan perkerjaan yang pas dan tepat.