Dari kecil saya sangat menyukai pekerjaan   yang berhubungan dengan tukang kayu, mulai dari membuat rak dan kotak kayu kecil, membuat ukiran kayu, membuat peralatan sekolah dari kayu, membuat alat peraga dari kayu, membuat layang-layang, membantu bapak menggergaji, membuat kandang hewan, membantu om membuat pintu dan sebagainya.

Sayang tidak sempat saya teruskan kecintaan saya terhadap pekerjaan tukang kayu, kebutuhan dan jalan hidup menuntut untuk memilih karir yang berbeda, hahahahha. Tapi tidak masalah, saya yakin suatu saat akan ada waktunya untuk kembali menekuni dan menikmati hobi masa kecil tersebut.

Setelah waktu lama berlalu akhirnya kesempatan itu datang juga, saya seperti mendapatkan momen untuk kembali merasakan sensasi pekerjaan tukang kayu, hahahahaha.

Saya masih ingat ilmu dan teknik yang saya lihat waktu kecil dulu ketika menjadi pembantu tukang kayu, seperti menggunakan gergaji, menggunakan penggaris siku dan sebagainya.

Dengan bekal pengetahuan yang dulu itu, saya lalu mencoba membuat sebuah karya pertama saya dalam dunia tukang kayu setelah sekian tahun berlalu.

Begini awal ceritanya, beberapa waktu lalu anak saya naik ke kelas 3 SD dan buku pelajarannya semakin banyak, meja belajarnya sudah tidak cukup lagi menampung bukunya, selain itu adik kecil yang masih kecil sudah mulai tumbuh besar dan sering membuat berantakan meja belajar dan buku-buku kakaknya. Mau tidak mau saya harus menyediakan rak buku khusus untuk menaruh buku-bukunya.

Mencari rak buku yang cocok dengan selera tidak gampang karena rata-rata rak buku yang sudah jadi itu model dan bentuknya standar. Setelah mondar-mandir, keluar masuk banyak toko furniture, tidak ada yang cocok atau pas di hati.

Menurut saya, rak buku yang benar-benar saya perlukan itu adalah seperti berikut :

  • Rak buku itu harus dapat digantung di dinding karena bagian bawahnya bisa dipakai untuk menenpatkan barang-barang lain, hemat space.
  • Rak buku itu harus serbaguna, di mana bagian-bagian raknya terdiri dari beberapa ukuran, bukan hanya satu ukuran saja
  • Rak buku itu harus dapat atau bisa juga untuk menyimpan tas sekolah
  • Rak buku itu harus kuat menampung banyak buku meski digantung atau ditempel di dinding
  • Rak buku itu harus dibuat dari bahan kayu papan atau multipleks yang tebal, bukan dari bahan partikel board.

Karena tidak ada satupun toko furniture yang menjual rak buku sesuai keinginan maka keputusannya adalah buat rak buku sendiri.

Apa saja persiapan dan proses yang saya lakukan dalam membuat rak buku sendiri, kunjungi terus blog saya karena saya akan mengupdatenya di posting berikutnya.

Baca sambungannya di sini: http://www.norisanto.com/kreatif-projek/pengalaman-membuat-rak-buku-sendiri-alat-alat-yang-mesti-disiapkan/