Dalam teori mode Infrastructure dan Ad Hoc merupakan mode atau konfigurasi pada WiFi yang mengatur mengenai struktur atau topologi dari sebuah jaringan WiFi, secara fisik atau kasat mata 2 topologi atau mode WiFi ini tidak bisa dilihat atau dirasakan, sama sekali tidak. Beda dengan jaringan kabel yang jelas terlihat koneksi dan urutan kabel dari komputer satu ke komputer lain.

Seperti apa bedanya antara mode Wifi infrastructure dan Ad hoc dari sisi praktek nyatanya, berikut penjelasannya.

1.    Bandingkan Mode Infrastructure dengan koneksi kabel yang  menggunakan HUB atau Switch.

Jika kita menggunakan Acess Point atau WiFi klien yang bertindak seolah-olah seperti Access Point maka aliran data yang terjadi pada jaringan WiFi adalah sama seperti pada jaringan kabel yang menggunakan hub dan switch.

Posisi Hub dan switch adalah di tengah-tengah, di mana semua kabel dari komputer harus terhubung ke port-port yang terdapat pada switct dan hub. Aliran data antar komputer yang terhubung harus melewati hub dan switch terlebih dahulu baru oleh kedua jenis perangkat tersebut aliran data diteruskan ke komputer tujuan.  

Pada jaringan WiFi dengan Mode infrastructure di mana access point bertindak sebagai pusat koneksi, sama halnya seperti hub dan switch, semua sinyal dari wifi client harus terhubung terlebih dahulu ke Access Point. Selanjutnya, aliran data akan diteruskan oleh Access Point melalui sinyal gelombang electromagnet kepada komputer tujuan. 

Meski tidak tampak secara kasat mata namun koneksi fisik yang terbentuk jika mode infrastructure diaktifkan adalah sama seperti pada koneksi kabel yang menggunakan topologi Fisik Star atau bintang, dengan Access Point sebagai titik pusat.

Jadi mode infrastructure mengatur bagaimana wifi client agar bisa terkoneksi dengan sesama WiFi Klien tapi terlebih dahulu harus melalui Access Point.

Cara mengkonfigur WiFi Infrastructure pada WiFi client Windows 7

2.    Bandingkan mode Ad Hoc dengan koneksi dua komputer menggunakan sebuah kabel cross

Meski mode Ad Hoc bisa menyambungkan dua komputer atau lebih namun jika dibandingkan dengan koneksi pada jaringan kabel maka koneksi yang terbangun kurang lebih mirip dengan koneksi antara komputer satu dengan komputer lain dengan menggunakan kabel data tanpa mengguanakan terminal pusat seperti hub dan switch. 

Pada koneksi kabel tanpa perantaraan hub atau switch maka setiap akan menyambungkah komputer maka kita harus menyiapkan beberapa LAN card NIC sesuai dengan kebutuhan.

Jika ketika komputer kita tersambung dengan 2  komputer lain maka kedua komputer yang tersambung tersebut  tidak bisa serta merta langsung bisa berkomunikasi dengan antara mereka dengan komputer kita sebagai perantara atau bertindak sebagai switch atau hub. Butuh sebuah proses atau konfigurasi khusus agar hal tersebut bisa terbentuk.

Dua komputer yang tersambung tersebut butuh koneksi tersendiri lagi antara keduanya jika ingin tersambung satu sama lain. Rumit juga ya.  

 Hal yang sama juga berlaku pada  koneksi WiFi yang menggunakan mode Ad Hoc, dua komputer yang terhubung dengan komputer kita tidak bisa langsung berkomunikasi secara langsung melalui perantaraan komputer kita.

Komputer kita tidak bisa serta merta menjadi Access Point bagi komputer lain, butuh konfigurasi atau emulator agar komputer kita dengan tanpa mengganti wifi adapternya bisa bertindak sebagai Access Point.  Secara default koneksi Ad Hoc mode tidak bisa hanya bisa menghubungkan wifi client secara langsung tanpa menggunakan Access Point.

3.    Jenis koneksi yang  Menggunakan Ad Hoc dan Infrastructure mode
Ada beberapa kategori yang harus dipenuhi jika ingin menggunakan Ad Hoc atau Infrastructure Mode

a.    Jumlah koneksi yang akan disambungkan. Jika hanya terdapat dua WiFi yang ingin dikoneksikan maka gunakan saja Adhoc Mode. Infrastructure mode bisa dipakai jika koneksinya lebih dari 3 wifi klien.

b.    Jangkauan sinyal, jika menggunakan Ad Hoc mode maka jangkauan sinyal atau jarak antara dua wifi klien biasanya berdekatan. Sedangkan infrastructure mode jangkauan sinyalnya bisa cukup jauh.

c.    Faktor biaya atau budget. Menbangun jaringan wifi dengan menggunakan Mode Infrastructure biaya lebih besar jika dibandingkan dengan hanya menggunakan AdHoc Mode.

d.    Proses konfigurasi, proses konfigurasi mode adhoc jauh lebih cepat jika mengkonfigur wifi infrastructure mode.

Jenis-jenis  koneksi yang cocok menggunakan mode Ad Hoc adalah
–    Koneksi antara  dua komputer
–    Koneksi antara satu komputer dengan satu smartphone atau tablet 
–    Koneksi antara satu komputer atau smartphne tablet dengan perangkat sebuah printer Wifi
Jenis-jenis  koneksi yang cocok menggunakan mode infrastructure adalah koneksi komputer-komputer yang jumlahnya banyak yang tergabung dalam sebuah LAN dengan lalu lintas data yang tinggi dan letaknya berjauhan.