Serba-serbi Tata Krama Di Yogyakarta Yang Wajib Diketahui Para Pendatang
Jika anda baru atau akan menetap sementara waktu di Jogkarta maka berikut ini adalah hal-hal yang wajib anda tentang tata krama orang jogja.

  1. Jika berbicara dengan yg lebih tua atau dihormati sebaiknya menggunakan bahasa Jawa Krama Inggil jika kita dari suku Jawa.
    Jika orang Jawa tidak bisa Krama Inggil mending pakai bahasa Indonesia saja, karena kalau kita pakai bahasa Jawa ngoko atau kasar ke orang lebih tua / dihormati maka kita dianggap sangat tidak sopan, tidak tahu tata krama. Untuk yang non Jawa sih tidak masalah menggunakan bahasa Indonesia.
  2. Jika berpapasan dengan orang yg sering kita temui atau kenal jangan lupa senyum dan menyapa…kalau tidak Anda akan dicap orang sombong.
  3. Kalau bertemu mata dengan orang lain, senyumlah dan sapa dengan ramah orang tersebut; Kalau kenal, jangan lupa diajak berjabat tangan.
  4. Jika kita berjalan misalnya di gang atau jalan kampung dan melewati orang, jangan lupa permisi…” Nuwun sewu, Pak/Bu/Mas/Mbak”
  5. Jika kita bertamu, jangan lupa salamilah semua anggota keluarga yang ada…khususnya yang menemui kita atau kita ketemu tidak sengaja. Misal pas nebeng toilet, ketemu anggota keluarga yg lain jgn lupa permisi, menyapa dan salam jika memungkinkan.
  6. Jika kita bertamu, meskipun sudah dihidangkan makanan dan minuman, jangan diminum atau dimakan jika belum dipersilahkan…terutama jika yang menemui kita ada anggota keluarga yg senior seperti Bapak/Ibu Kakek/Nenek. Kalau teman akrab seumuran sih suasananya biasanya tidak formal.
  7. Jika berbelanja di kaki lima Malioboro maupun di Pasar Beringharjo silahkan ditawar…boleh mulai dari 50% harga yg diberikan. Tapi kalau beli makanan di simbah2 seperti pecel, jajan pasar, gudeg, bubur, yaa jangan nawar.
  8. Jika mau naik andhong atau becak, Anda juga boleh menawar. Tawarlah dengan cara yang sopan
  9. Hafalkan nama-nama orang-orang yang sering kamu temui seperti satpam, resepsionis, office boy, pedagang makanan yang jadi langganan kamu, tetangga, dan orang-orang lainnya.
  10. Ketika Anda bertanya arah jalan atau alamat, turunlah dari kendaraan Anda. Buka helm Anda, jika Anda bersepeda motor. Jangan bertanya dalam keadaan Anda masih nangkring di kendaraan.
  11. Kalau ada tetangga yang minta bantuan, bantulah dengan senang hati. Walau harus terlambat atau melewatkan kerja.
  12. Kalau ada kerja bakti, sebisa mungkin harus ikut.
  13. Kalau ada disuguhkan makanan, habiskan (tapi jangan habiskan semua, sisakan satu). Kalau disuguhkan minuman, habiskan sebelum pulang.
  14. Jika Anda sedang dalam masalah dengan orang lain (kecelakaan, dll), gunakanlah bahasa Jawa untuk berunding. Atau jika Anda tidak dapat berbahasa Jawa, mintalah teman yang bisa berbahasa Jawa untuk membantu Anda. Itu adalah cara berdiplomasi terbaik dengan orang Jogja.
  15. Anda tidak perlu sungkan untuk mengajak ngobrol masyarakat Yogya. Bukalah diri Anda, maka mereka akan membuka dirinya pula untuk Anda. Dan Anda akan mendapatkan cerita-cerita menakjubkan. Tak cuma itu, Anda juga akan mendapatkan kalimat-kalimat filosofis masyarakat Jogja.
  16. Jika Anda bertamu dan hanya disambut di teras rumah, maka Anda bukanlah tamu yang penting (dekat/intim) bagi tuan rumah.
  17. Merendahlah. Niscaya mereka akan lebih respect kepada Anda, dan juga akan lebih merendah pada Anda.
  18. Di Jogja, pahamilah setiap pembicaraan dalam dua konteks. Konotatif dan denotatif. Orang Jogja panggonane semu. Anda harus mampu menjadi penafsir perkataan dan tingkah laku.
  19. Yang paling penting yang ini nih: Jangan pernah menghina Sri Sultan

Sumber:Quora.com