Sebagai penggemar kuliner dan film documenter acara Netflix, Street food Asia sangat asyik untuk ditonton. Episode kali ini sangat sepesial karena menampilkan dokumentasi kuliner jalanan dari kota Yogyakarta.

Film documenter ini sangat luar biasa, menampilkan beberapa pelaku atau pengusaha kecil (sangat kecil) bidang makanan di kota Yogyakarta dengan dikomentari oleh seorang Kevindra P.Soemantri, penulis kuliner dan mantan peserta acara masterchef Indonesia.

Alasan dipilihnya Yogyakarta karena budaya jajan pinggir jalannya yang sangat beragam dan sudah ada sejak jaman dahulu.

Kuliner pinggir jalan seperti Gudeg, Getuk, Mi singkong adalah makanan pinggir jalan yang sudah menjadi tradisi tua.

Seperti biasa film documenter ini tersaji dengan ciri khas Netflix, dengan alunan music dari musisi local yang dipadu dengan music documenter Netflix, dengan rangkaian jalan cerita berisikan suasana kulineran dipinggir jalanan kota Jogja, disertai dengan wawancara, komentar serta teknik pengambilan gambar yang sangat bagus.

Film ini mengisahkan beberapa tokoh, pelaku usaha kuliner yang sangat tradisional yang sudah melakoni usaha mereka sepanjang hidup, mulai dari cerita awal mula berusaha, hingga sekilas gambaran kehidupan pribadi mereka.

Ada Mbah Satinem, yang oleh Kevindra disebut sebagai Master of Jajan Pasar, si Mbah sudah berjualan lopis selama lebih dari 50 tahun.

Terus ada Ibu Leonarda Tjahjono, pengusaha kuliner bermacam-macam kue dan jajanan tradisional namun dengan skala yang lebih modern.

Ada juga Mbah Lindu, masternya gudeg, tubuh rentahnya di usia 100 tahun tidak mengahalangi ia terus memberikan masakan gudeg terbaik, mungkin terbaik se Yogyakarta.

Sebuah tanyangan berkelas tentang kuliner tradisional Indonesia, khususnya dari Yogyakarta, persembahan provider Digital Entertainer nomor 1 dunia.

Selamat mengisi waktu santai anda.

Sumber gambar: Screen Capture tayangan Netflix StreedFood Asia