Bagi anda pemula, setelah memiliki nama domain dan hosting sendiri, maka langkah selanjutnya yang mesti dilakukan untuk membuat sebuah website berbasiskan CMS wordpress dan hosting sendiri atau self hosted adalah mengatur CMS WordPress.

Langkah pertama sekali adalah login ke menu WordPress dari website atau blog anda dengan mengetikan pada browser alamat seperti berikut ini: www.namawebsiteanda.com/wp-admin.

Setelah itu muncul tampilan berikut:

login wp adminMasukkan user name dan password yang sesuai ( User pass yang kita buat sewaktu menginstall wordpress CMS di Cpanel )

Sebenarnya saat kita login alamat ini kita tidak terhubung sama sekali dengan wordpress.org atau wordpress.com, faktanya adalah kita login ke website kita sendiri, wordpress adalah cuma sebuah program manajemen yang terpasang pada cpanel hosting, agar kita mengatur website kita dengan tampilan yang sifatnya user friendly, yang cocok bagi user yang tidak punya kemampuan sebagai programmer.

Ibarat komputer, Cpanel adalah fisik komputer kita yang dilengkapi dengan sistem operasi, setelah kita login ke komputer maka harus ada program-program untuk menjalankan fungsi tertentu agar kita bisa memanfaatkan komputer kita semaksimal mungkin.

Mengatur program-program pada sebuah Cpanel sangat sulit bagi yang tidak punyak pengetahuan web programming, untuk mempermudah hal tersebut maka dibuatlah sebuah program yang dapat menjembatani pengguna yang tidak punya basic programming tersebut sehingga dengan mudah mengatur apa yang ada dalam cpanel. Program tersebut di kenal sebagai CMS dan salah satunya yang banyak digunakan adalah wordpress.

Ada beberapa komponen penting yang mesti disiapkan untuk mengatur sebuah website atau blog WordPress Selfhosted, komponen tersebut antara lain:

  1. Isi Website

  2. Theme WordPress yang akan dipakai

  3. Menambahkan pluggin

  4. Pengaturan Layout atau tata letak

  5. Mengatur pada bagian setting

Berikut penjelasan detail mengenai ke 5 hal di atas.

Setelah berhasil login muncul tampilan utama seperti berikut ini,dasboard wp

Pada tampilan di atas terdapat beberapa komponen utama yang mesti diketahui dalam mengatur website melalui WordPress CMS:

  1. Posts

Post adalah menu untuk memasukkan, mengedit dan mempublikasikan tulisan dan gambar agar terlihat oleh pengujung website.posting wp

  1. Appearance

Pengaturan tampilan disain sebuah website dengan CMS WP dilakukan di menu Appearance. Berikut adalah parameter dan langkah-langkah dalam mengatur disain tampilan sebuah website dengan Wordress Self hosted.tampilan appearence setting WP

a.  Theme

Pada bagian theme kita diberikan kebebesan untuk memasang dan menganti theme atau disain model template website kita baik secara online yaitu dengan langsung terkoneksi ke wordpress.org ataupun dengan mengupload file data-data template dari komputer kita.

Pilihlah theme yang sederhana dan ringan saja terlebih dahulu, tidak perlu terburu-buru menggunakan theme yang berat dan banyak kontennya yang membuat website kita agak berat dan lama saat diakses.

Theme yang bisa dipakai adalah segala jenis template atau theme yang khusus untuk wordpress saja. Kita tidak bisa menggunakan template dari blogger.com.

b.  Customize

Menu Customize adalah menu yang dipakai untuk mengatur tampilan layout secara live, artinya kita bisa melihat seperti apa nanti tampilan website saat diakses oleh pengunjung.

c.   Widget

Widget adalah komponen atau bagian-bagian yang berisi menu-menu yang bisa ditambahkan dan ditempatkan pada seluruh bagian dari website, seperti pada bagian header atau atas, bagian sidebar kiri dan kanan, atau bagian footer di sebelah bawah.

Tidak semua widget diperlukan, pastikan anda memasang widget yang penting-penting saja. Pemasangan widget yang terlalu banyak bisa menyebabkan website menjadi berat dan tidak bisa diakses.
Widget utama yang mesti dipasang adalah category dan search saja sudah cukup.

d. Menu

Menu merupakan sistem navigasi bagi pengunjung website anda, fungsinya memberikan gambaran tentang arah jalan ke bagian mana seharusnya pengunjung pilih agar tidak tersesat dan berpindah menu lain tanpa harus ke menu utama. Untuk permulaan, menu navigasi tidak perlu diatur dulu karena isi blog atau website kita belum begitu banyak. Tapi kalau sudah banyak menu harus diatur dan dikelompokan berdasarkan kategori.

e. Theme Option

Beberapa theme gratisan menyertakan fitur theme option yang bertujuan untuk lebih memudahkan pengguna theme atau web admin dalam mengatur disain websitenya. Akan tetapi, rata-rata theme dari wordpress, terutama yang sifatnya demo, tidak menyertakan fitur theme option, theme option akan diberikan jika anda membeli atau mengupgrade ke theme premium yang disediakan oleh para pembuat atau developer theme.

f. Editor

Editor adalah pilihan terakhir sebagai tools atau alat yang digunakan untuk mengatur dan mendesain website kita. Menu editor sangat tidak familiar bagi yang benar-benar baru dan urusan desain website. Untuk mengatur atau memanfaatkan pengaturan melalui menu editor maka dibutuhkan penguasaan akan HTML, CSS dan bahasa pemograman PHP.

  1. Pluggins

Pluggin adalah semacam program yang dipasang pada content management system seperti wordpress untuk menjalankan sebuah fungsi tertentu.

Misalnya pluggin untuk menghitung jumlah pengunjung, pluggin untuk mencegah komentar-komentar spam, pluggin untuk membersihkan file-file sampah dan sebagainya. Untuk CMS wordpress tersedia ribuan pluggin yang gratis tapi sangat berguna dan powerfull.

Pemilihan dan penggunaan pluggins harus selektif karena dapat membuat website kita menjadi lambat dan berat saat diakses. Jadi sekali lagi pilihlah pluggin yang benar-benar dibutuhkan saja.

  1. Settings

Pada bagian settings ada beberapa pengaturan yang mesti kita lakukan.tampilan settings wp

  1. General, pada bagian ini kita bisa menentukan nama website, url website kita, format waktu dan rincian keterangan website kita.
  2. Writing, pada bagian ini kita dapat mengatur beberapa fitur tambahan yang bisa kita pakai saat menulis post.
  3. Reading, bagian reading membuat kita dapat mengatur berapa banyak jumlah posting yang kita tampilkan pada satu halaman website kita.
  4. Permalinks, bagian ini mengatur format alamat dari sebuah posting yang kita buat di website atau blog kita.

Bagi seorang pemula ke empat parameter atau point-point di atas sudah cukup untuk mengatur website atau blog anda, setelah blog anda sudah banyak pengunjung dan ada kebutuhan yang lebih advanced maka anda bisa menambahkan beberapa settingan atau pluggins yang lebih rumit dan kompleks.

Kesimpulan dan catatan penting

Memiliki blog dengan model wordpress selfhosted merupakan awal mula bagi seorang blogger amatir untuk beranjak menjadi seorang blogger profesional. Selain konten yang menarik, performa blog juga harus bagus dalam menampilkan isi blog ketika diakses oleh pengunjung.

Tentunya jika anda ingin memiliki blog yang handal, blog dengan berbasiskan pada WordPress SelfHosted merupakan syarat utama. Terus…. langkah apa yang pertama-tama mesti dilakukan?

Yang pertama dilakukan untuk menjadikan blog anda berbasiskan wordpress selfhosted adalah anda harus memiliki domain dan hosting untuk blog anda.

Domain dan hosting bisa kita dapatkan dengan cara menyewa ke provider. Untuk memilih provider penyedia domain dan hosting maka yang perlu diperhatikan adalah layanan dan panduan kepada para konsumen.

Bagi saya provider yang bagus adalah provider yang domain hosting yang memberikan panduan yang sangat memudahkan kita dalam membuat blog wordpress selfhosted.

Salah satu provider yang menyediakan tutorial tentang WordPress Selfhosted adalah Hostinger.

Hostinger, sangat banyak memberikan panduan dan pemahaman terkait bagaimana membuat dan mengembangkan blog atau pun website yang berbasiskan WordPress.

Dengan membaca penjelasan lengkap pada Tutorial WordPress Hostinger , yang berisikan panduan yang detail dan mudah, maka saya yakin anda tidak akan kesulitan untuk membuat sebuah blog atau bahkan website yang berbasiskan WordPress Selfhosted.

Semoga berguna