Anak-anak usia 5 tahun ke atas biasanya sudah mulai bosan dan malu jika ketahuan naik sepeda yang masih menggunakan roda tambahan dibelakang untuk membantu dan melatih mereka menyeimbangkan badan agar tidak terjatuh saat naik sepeda.

Sebagai orang tua kita bisa membantu anak-anak dengan mengajarkan kepada mereka cara-cara yang dapat membantu mereka menyeimbangkan badan agar lebih cepat menguasai sepeda roda dua.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat digunakan oleh para orang tua dalam membantu anak belajar naik sepeda roda dua.

1.    Pakaikan pelindung tubuh kepada anak-anak.

Untuk tahap awal anak-anak harus diberi pelindung tubuh seperti pelindung lutut dan siku tangan, bila perlu berikan mereka helm. Dengan adanya pelindung lutut dan siku akan membuat anak nyaman, percaya diri dan lebih berani untuk naik sepeda roda dua.

Jika mereka masih ragu-ragu maka pakaikan sarung tangan kepada anak agar jika sampai terjatuh maka sarung tangan akan melindungi telapak tangan dari gesekan dengan jalan.

2.    Lepas satu roda pembantu saja terlebih dahulu

Untuk tahap awal jangan langsung melepas kedua roda kecil penyanggah tersebut, lepaslah salah satu saja. Jika sudah terbiasa barulah kedua roda dilepaskan. Tapi tidak semua anak setuju dengan hal tersebut mereka biasanya maunya langsung melepaskan kedua roda sepeda penahan tersebut.

3.    Atur posisi sadel sepeda

Pastikan posisi sadel sepeda tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah. Sadel sepeda yang terlalu tinggi akan membuat anak tidak percaya diri dan ketakutan sebab tidak ada tumpuan kaki yang dapat menahan tubuh mereka jika keseimbangan mereka hilang.

Pastikan saat duduk di sadel sepeda kaki mereka dapat dengan nyaman menapak ke tanah atau ke jalan.
Posisi sadel sepeda yang terlalu pendek akan membuat anak kesulitan untuk menggerakan kaki saat naik sepeda.
Konsultasikan dengan si anak seperti apa posisi tempat duduk atau sadel sepeda yang paling pas untuk mereka.

4.    Cobalah di jalan yang rata, beraspal, sepi kendaraan, dan ada turunannya.

Pastikan lokasi latihan dilakukan di jalan yang beraspal rata, tidak banyak atau tidak ada sama sekali polisi tidurnya, kalau bisa cari jalan yang agak sedikit menurun agar anak dapat meluncur dengan sepedanya tanpa harus di dorong.

5.    Buat tanda untuk menandai jalur yang mesti dilewati

Buatlah tanda dengan kapur tulis atau lainnya agar si anak dapat melihat arah jalan mana yang harus ia lewati. Ini bertujuan agar mereka dapat mengontrol stir atau stang sepeda dengan mengikuti pentunjuk arah yang sudah dibuat.

Biasanya kalau tidak dibuat seperti itu, mereka akan berbelok atau tidak dapat menentukan arah sepeda mereka karena tidak ada petunjuk arah untuk mengarahkan jalannya sepeda.

6.    Biarkan anak-anak mendorong-dorong sepeda sambil kaki mereka menapak tanah.

Orang tua sebaiknya bersabar, jangan memaksakan kepada anak untuk secepatnya bisa, biarkan mereka berusaha terlebih dahulu.

Biasanya mereka akan mendorong-dorong kaki mereka di jalan agar sepeda dapat bergerak maju.
Ini wajar untuk membantu mereka melatih keseimbangan dan belajar untuk megambil ancang-ancang untuk mengangkat kaki ke atas sepeda.

7.    Jika sudah mulai terlihat seimbang lanjutkan dengan belajar mengayuh

Bila Anda yakin bahwa si anak sudah mulai dapat menyeimbangkan badan di sepeda maka lanjutkan dengan belajar menganyuh sepeda.

Kayuhan awal biasanya tidak penuh, setengah putaran saja, biarkan saja karena memang begitu tahapan prosesnya.

Setelah terbiasa mengayuh maka anak-anak akan perlahan dapat sepenuhnya mengayuh pedal dengan putaran penuh.

Selamat mencoba