Bagian utama dan terpenting dari sebuah jaringan komputer adalah koneksi fisik, koneksi fisik bisa berupa sambungan dengan media kabel, bisa juga melalui media tanpa kabel seperti  wireless yang menggunakan frequency radio.

Jika terjadi masalah pada jaringan maka sebaiknya yang pertama dicek adalah kondisi sambungan fisik antara komponen-komponen dalam jaringan. Berbagai cara sederhana dapat dilakukan baik oleh teknisi jaringan maupun oleh user pengguna komputer untuk mengatasi persoalan yang timbul.

Berikut adalah langkah-langkah praktis dan sederhana untuk mengecek dan mengatasi permasalahan yang timbul pada sambungan fisik dalam sebuah jaringan.

Untuk koneksi Kabel

1.    Pastikan konektor kabel RJ 45 maupun konektor lainnya, sudah tercolok dengan sempurna pada tempatnya. Cek pada hub, switch dan NIC komputer. Sering kejadian kabel tersenggol dan konektor yang tercolok menjadi kendor dan terputus sambungannya.

2.    Cek kondisi Lampu Indikator LED dari NIC. Cek kondisi lampu indikator apakah nyala atau mati, cek juga warna lampu dan kondisi nyala dari lampu LED tersebut.

3.    Reset Hub dan Switch
Sering ditemui lampu indikator hub dan switch terlihat normal namun kenyataannya koneksi yang terjadi sangat lambat dan cenderung putus. Langkah yang tepat adalah me-reset dengan dengan mematikan dan menyalakan power listrik dari hub dan switch.

Untuk koneksi Wi-Fi
1.    Pastikan antara komputer client dengan access point wi-fi tidak ada halangan pada tengah-tengahnya. Cek kualitas sinyal atau sinyal strength yang diterima oleh wi-fi client.

2.    Pastikan antara wi-fi client dan wi-fi AP tidak terjalalu jauh jaraknya, hal ini untuk memastikan bahwa tangkapan sinyal dari wi-fi client sudah maksimal. 

3.    Pastikan antara wi-fi client dan wi-fi AP tidak terhalang oleh benda yang terbuat dari material padat dan tebal, seperti tembok beton atau pintu besi. Material padat dan tebal berdampak pada berkurangnya sinyal yang diterima oleh wi-fi client. Semakin padat dan tebal material penghalang maka semakin besar sinyal yang hilang sehingga semakin kecil sinyal yang diterima oleh wi-fi client. 

4.    Pastikan disekitar Access Point dan client dari wi-fi tidak ada alat atau perangkat yang dapat menyebabkan interfensi bagi wi-fi. Perangkat seperti Oven microwave dan cordless phone bisa menyebabkan interferensi.

5.    Jika terdapat dua acess point pada LAN pastikan keduanya bekerja pada channel frekuensi yang berbeda.