Pada settingan network konfigurasi di komputer terlihat tiga parameter yaitu ip address, subnet mask dan default gateway. Saat mengisi IP address address secara statik maupun DHCP tiga parameter ini selalu tertera, IP address dan subnet mask adalah dua parameter yang wajib diisi.

Ketiga parameter ini berlaku pada semua jenis OS yang menggunakan protocol TCP/IP, bagi yang menggunakan protocol non TCP/IP kondisinya berbeda. Baiklah, saya tidak sedang ingin membahas protocol non TCP/IP, tapi akan membahas tentang peran dan fungsi dari salah satu parameter dalam TCP/IP system, yaitu subnet mask.

Subnet mask adalah bagian dari Internet Protocol atau IP, IP yang notabene adalah protocol dari network layer. Kehadiran dan peran subnet mask terhadap konfigurasi IP address bukan sekedar aksesoris pelengkap tapi perannya sangatlah vital, ada empat peran dan fungsi utama dari subnet mask.

Berikut ini adalah bahasan tentang peran dan fungsi dari subnet mask.

1.    Menentukan Network ID dari sebuah alamat IP.

Network ID atau network address digunakan dalam computer networking  untuk mengidentifikasi segmen dari sebuah jaringan LAN. Komputer-komputer bisa berkomunikasi dengan menggunakan IP address jika network ID nya sama. Jika network IDnya berbeda maka berarti segmentnya berbeda juga maka untuk bisa berkomunikasi dibutuhkan alat yang namanya router.

Sebuah IP address  172.16.10.1 dengan subnet mask  255.255.0.0 memiliki network id 172.16.0.0.
Bandingkan dengan IP address 172.16.10.2, subnet mask 255.255.255.0, berapa network ID-nya ?

Perhatikan subnet mask-nya berbeda dengan IP 172.16.10.1. Subnet mask yang beda membuat Network IDnya berbeda juga, jadi untuk ip 172.16.10.2 Network ID nya  adalah 172.16.10.0. Karena berbeda network ID maka kedua IP tersebut tidak bisa saling terkoneksi tanpa perantaraan sebuah router.

Dari mana hitung-hitungannya network ID? Silahkan pelajari tentang subnetting.

2.    Menentukan broadcast ID atau broadcast network dari sebuah alamat IP.

Broadcast network adalah sebuah  IP address yang fungsinya untuk mengirimkan packet data ke semua alamat IP dalam satu segment yang sama. Sebuah IP address  172.16.10.1 dengan subnet mask  255.255.0.0 memiliki broadcast ID  172.16.255.255.
Bandingkan dengan IP address 172.16.10.2, subnet mask 255.255.255.0. Perhatikan subnet mask-nya berbeda dengan IP 172.16.10.1, IP address 172.16.10.2 memiliki broadcast ID  172.16.10.255.
.Subnet mask yang beda membuat broadcast IDnya  berbeda juga.

3.    Menentukan segment sebuah alamat IP dengan alamat IP yang lain.
Seperti pada point 1, dengan mengetahui Network ID atau network address maka segment dari IP address bisa diketahui.

4.    Menentukan berapa jumlah alamat IP yang boleh dipakai dalam sebuah segment LAN.

Subnetmask berfungsi untuk menentukan jumlah IP address yang boleh dipakai atau tersedia dalam satu segment IP. IP address 192.168.1.1, dengan subnet mask 255.255.255.0 berarti jumlah IP address yang boleh dipakai adalah sebanyak 254 IP address. Sedangkan segment IP address 192.168.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.128 berarti IP address yang tersedia adalah sebanyak 126 IP address.

Memang saya tidak membahas tentang subnetting namun keterkaitannya begitu besar dengan subnet mask. Fungsi sebuah ip address tidak bisa dinyatakan tanpa subnet mask. Karena dengan subnet mask informasi seperti segment IP, jumlah host tiap segment dan broadcast ID, bisa diketahui.

Semoga berguna.