Metode pembelajaran jarak jauh begitu menimbulkan kegalauan terutama pada orang tua yang khawatir akan masa depan anak-anak mereka, terlebih lagi jika mendapati bahwa sekolah tempat anaknya dididik tidak terlalu baik dalam menerapkan system pembelajaran jarak jauh.

Berikut ini ada 5 model pembelajaran jarak jauh diterapkan di sekolah-sekolah selama masa pandemic ini, setiap model tentunya memiliki kelebihan dan juga kekurangannya. Sebagai orang tua kita tentu jangan terlalu kecewa, apalagi memaksakan sekolah tempat anak kita menimbah ilmu untuk menerapkan system Pembelajaran Jarak Jauh menurut kehendak kita.

1#  Menggunakan aplikasi dengan tatap muka secara virtual, biasanya menggunakan aplikasi seperti  Zoom, Google meet, hangout, e-learning, dan lainnya

Motode PJJ seperti ini dianggap yang paling ideal karena ada penjelasan materi dari guru dan umpan balik dari siswa secara langsung.

Tapi metode ini butuh sumber daya IT yang besar, sebut saja koneksi internet mesti stabil dan berkuota unlimited atau setidaknya berkuota besar.

Meski dianggap ideal namun melaksanakan PJJ dengan model seperti ini butuh biaya yang cukup mahal. Asal tahu saja, di sisi sekolah harus menyiapkan infrastruk koneksi internet yang cepat, hal ini untuk melayani multi koneksi pada saat yang bersamaan.

Mungkin butuh aplikasi yang mesti register sebagai premium user, bukan free, dan itu artinya harus ada biaya tambahan untuk itu.

Pihak sekolah mesti menyiapkan user id bagi tiap-tiap siswa untuk mengikuti PJJ.

Dari sisi siswa mereka tidak lagi cukup hanya dengan menggunakan hape, agar memudahkan mereka mengikuti PJJ maka mereka butuh computer, setidaknya laptop standar, dan juga computer PC jenis desktop, namun jika orang tua yang mampu mereka bisa memberikan laptop high end yang sangat cepat dalam beroperasi.

Metode PJJ ini butuh dana yang besar baik di pihak sekolah maupun dari pihak siswa. Bayangkan jika harus melakukan VC secara terus menerus selama 4 – 5 jam.

2#    Guru menjelaskan pelajaran secara live di media sosial (live IG, Live FB) atau rekaman guru mengajar dalam bentuk video dan kemudian dikirim ke siswa lewat media sosial seperti WA dan Line  

Cara ini membuat penjelasan materi dan umpan balik tidak secara langsung antara guru dan murid. Cara ini dianggap tidak efektif karena orang tua merasa anak mereka pasif dalam belajar, hanya menerima dari satu arah saja, tidak ada interaksi membuat anak hanya menerima tanpa memberikan umpan balik.

Cara ini banyak dilakukan oleh sekolah-sekolah yang tidak sanggup melakukan PJJ dengan metode seperti pada point 1 di atas.  Alasan ketersedian sarana pendukung seperti koneksi internet yang kencang menjadi yang utama.

Namun cara ini dinilai cukup baik dalam mengatasi masalah ketersedian koneksi internet yang kencang, karena akan lebih menghemat pemakaian kuota. Kuota yang terpakai untuk melakukan download rekaman dari guru. Selanjutnya rekaman tersebut jika diputar berulang-ulang pun tidak akan menghabiskan kuota karena bahan belajar dari guru sudah tersimpan di local drive.

3#   Guru memberi tugas melalui aplikasi Whatapp, siswa mengumpulkan tugas lewat email

Pada metode PJJ seperti ini tidak ada penjelasan materi ataupun umpan balik, namun cara ini sangat membantu murid yang sangat tidak mencukupi sarana pendukungnya, seperti koneksi internet.  

4#    Guru memberikan tugas lewat Whatapps, siswa mengumpulkan nanti saat ketika masuk sekolah

Pada metode PJJ seperti ini tidak ada penjelasan materi ataupun umpan balik, namun cara ini sangat membantu murid yang sangat tidak mencukupi sarana pendukungnya, seperti koneksi internet.  

Cara ini biasanya dilakukan pada sekolah tingkat Taman Kanak-kanak yang tidak butuh penjelasan, siswa biasanya diberi tugas untuk melatih motorik, dan sebagai bukti siswa melakukan pembelajaran biasanya diberikan tugas yang dikerjakan oleh siswa untuk tujuan seperti yang dimaksud oleh guru.

5#   Guru menganjurkan siswa belajar mandiri melalui aplikasi belajar daring yang direkomendasikan oleh kemendikbud seperti Ruang Guru, Zenius, Rumah Belajar dan lainnya

Cara ini sepertinya mungkin ada atau bisa juga tidak ada penjelasan materi ataupun umpan balik.

Untuk pembelajaran seperti ini biasanya butuh koneksi internet yang mesti cepat dan jika ingin lebih mendapatkan pembahasan yang lebih dalam tentang materi pelajaran yang dibahas maka biasanya harus membayar biaya tambahan untuk itu.

Cara ini cukup membutuhkan sumber daya pendukung seperti internet yang kencang, mesti pakai laptop atau PC, pemakaian PC tentu akan menimbulkan biaya tagihan listrik yang lebih besar dari biasanya.

Jadi pembelajaran jarak jauh dengan beragam metode, mulai dari yang dianggap paling bagus sampai yang biasa sekalipun ada kelebihan dan kekurangan.

Ketersedian koneksi internet yang cepat dan kuota yang besar menjadi factor utama kunci efektif tidaknya PJJ itu.  Menyediakan sarana pendukung utama berupa koneksi internet butuh biaya yang besar.